Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Prancis sebut tak ada indikasi terorisme dalam jatuhnya Germanwings

Prancis sebut tak ada indikasi terorisme dalam jatuhnya Germanwings Pesawat Germanwings jatuh. ©AFP PHOTO

Merdeka.com - Menteri Dalam Negeri PrancisBernard Cazeneuvemenampik adanya dugaan terorisme dalam kecelakaan pesawat Germanwings di Pegunungan Alpen kemarin. Namun investigasi tetap mempertimbangkan semua kemungkinan.

Puing-puing dari pesawat nahas itu tersebar di area seluas satu setengah hektar. Hal itu menunjukkan pesawat tampaknya tidak meledak di udara, ungkapnya pada stasiun radio Prancis, RTL.

"Serangan teroris adalah sebuah isu dan kita tidak berfokus pada itu. Namun tetap diperiksa secara detail sampai kita memiliki hasil penyelidikan yang tepat," kata Cazeneuve seperti terlansir pada Channel News Asia, Rabu (25/3).

Dia mengatakan kotak hitam yang telah ditemukan dari lokasi kecelakaan juga telah rusak dan perlu diperbaiki. Penyelidikan catatan penerbangan itu dimulai hari ini.

Pada hari ini regu SAR Perancis kembali mencari 150 jasad korban, termasuk 16 siswa sekolah yang ikut tewas dalam insiden tersebut. Helikopter pencari telah lepas landas dari pangkalan menuju lokasi jatuhnya pesawat.

"Perekam suara kokpit ( CVR ) telah rusak namun telah ditransfer ke Paris pagi ini. Ada juga Sebuah disebut kotak hitam yang mencatat data penerbangan tapi belum ditemukan," ungkap seorang narasumber yang tidak disebut namanya.

Diketahui Airbus A320 yang jatuh di pegunungan Prancis ini telah beroperasi selama 24 tahun. Pesawat itu menjalani pemeriksaan rutin, terakhir pada Senin (23/3) sebelum penerbangan nahas itu terjadi. Faktor cuaca buruk juga belum menjadi dugaan penyebab utama insiden oleh para ahli.

"Cuaca nampaknya tidak menjadi faktor dalam kecelakaan itu, karena kondisi tenang pada saat itu," kata para ahli cuaca Perancis.

Thomas Winkelmann, direktur eksekutif Germanwings mengatakan pilot pesawat yang celaka itu memiliki lebih dari 10 tahun pengalaman dan 6.000 jam catatan jam terbang. "Itu adalah kecelakaan udara yang mematikan di daratan Perancis sejak 1974 ketika sebuah pesawat Turkish Airlines juga pernah jatuh, dan menewaskan 346 orang," pungkasnya.

(mdk/ard)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP