Polisi pukuli terduga pemerkosaan di India

Reporter : Vincent Asido Panggabean | Jumat, 11 Januari 2013 19:06




Polisi pukuli terduga pemerkosaan di India
Demo anti-pemerkosaan di India. ©Reuters/Ahmad Masood

Merdeka.com - Pengacara tiga dari lima terduga pemerkosa perempuan di dalam bus di Ibu Kota New Delhi, India, Manohar Lal Sharma, kemarin mengatakan kelima tersangka telah mengalami penganiayaan oleh polisi di penjara.

Stasiun televisi CBS News melaporkan, Jumat (11/1), Sharma menyebut polisi bahkan memukuli kelima tersangka dengan parah dan memasukkan beberapa tahanan lain ke dalam sel untuk mengancam tersangka dengan pisau.

Sharma mengatakan polisi juga memaksa kelima tersangka agar mengaku bersalah apapun barang buktinya, termasuk menekan tersangka agar membuat pernyataan dapat memberatkan mereka. "Anda tidak akan percaya kenyataan ada di dalam penjara di India. Mereka tidak bersalah."

Sharma mengatakan pacar korban pada akhirnya harus bertanggung jawab terkait peristiwa pemerkosaan ini. Dia menyebut apa terjadi dengan korban sangat mengerikan dan pacarnya telah mengkhianati dia.

Dia menjelaskan pemukulan dilakukan polisi terhadap kliennya memang biasa terjadi kepada setiap tahanan di penjara India. Dia menyebut salah satu terduga Muskesh Singh (22 tahun) saat ini tak henti-hentinya menangis. "Dia sampai menangis seperti anak kecil dan meminta agar dikeluarkan dari sini," kata Sharma.

Dia mengatakan jika orang tua terduga mempunyai uang maka kliennya tidak akan menjalani persidangan. Dia menyebut sistem peradilan di India juga terkenal buruk dan akan membebaskan orang kaya atau setidaknya mengurangi hukuman. "Polisi dapat memanipulasi fakta."

Sharma mengatakan dia menjadi penasihat hukum bagi supir bus tempat terjadinya tindak pemerkosaan itu, Ram Singh, kakak Mukesh, dan Akshay Thakur. Dia menyebut ketiga tersangka mengaku tidak bersalah.

Pengacara lainnya, V.K Anand, menyatakan telah menjadi penasihat hukum bagi dua abang Singh. Sampai saat ini belum diketahui apakah terduga lain memiliki pengacara.

Kelima pelaku dituduh telah memperkosa korban 23 tahun serta pacarnya di dalam sebuah bus pertengahan bulan lalu. Tidak hanya diperkosa, korban yang merupakan mahasiswi kedokteran juga dipukuli dengan besi dan akhirnya meninggal setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura, sepekan kemudian.

Peristiwa pemerkosaan itu terjadi usai korban dan pacarnya pulang dari menonton bioskop di sebuah pusat perbelanjaan di New Delhi. Insiden pemerkosaan ini menyebabkan protes di seantero India. Demonstran menyebut sistem hukum di India tidak melindungi kaum perempuan.

Anak tiri diperkosa di depan tv
Diancam ditusuk obeng, wanita diperkosa dan dirampok di Bekasi
Protes pemerkosaan, lelaki India demo pakai rok
Pemerkosa RI derita kelainan seksual & suka 'jajan' wanita
'Hukuman mati bagi pemerkosa tidak menyelesaikan masalah'
Pemerkosa mengaku lebih nafsu dengan anak kecil
Wanita ibu kota harus bisa bela diri biar tambah pede
4 Pelajar SMP perkosa adik kelas secara bergiliran
Coba perkosa anak kecil, pemuda India dipenjara lima tahun
Gadis India diperkosa dalam Bajaj

[fas]
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Golkar pertimbangkan undang Jokowi ke Munas di Bali
  • BNN ingin rumah ibadah jadi tempat rehabilitasi pecandu narkoba
  • Nicholas Saputra harap penonton bergairah tonton film silat
  • PPATK sebut bakal ada pejabat tinggi terlibat kasus besar
  • Ical sudah bicara dengan Kapolri, yakin munas di Bali diizinkan
  • Jaksa minta hakim tolak pledoi Assyifa
  • Gerai baru Domino's Pizza tawarkan konsep teater pizza
  • William: Mimpi start-up lokal bernilai Rp 1,2 Triliun
  • 500 Anggota AMPG Bali siap usir Yorrys jika hadiri Munas Golkar
  • PPATK laporkan transaksi janggal 20 eks anggota Banggar ke KPK
  • SHOW MORE