Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polisi Israel dan warga Palestina bentrok saat peringatan Nakba

Polisi Israel dan warga Palestina bentrok saat peringatan Nakba Rakyat Palestina berkumpul di tengah Kota Ramallah, Tepi Barat sambil menyalakan lilin tadi malam. Mereka memperingati Nakba, tragedi pendudukan Israel. (c) Ammar Awad/Reuters

Merdeka.com - Peringatan 64 tahun tragedi penjajahan, atau biasa disebut Nakba, berlangsung ricuh di perbatasan pemukiman Israel dan Palestina. Para pengunjuk rasa melempari militer Negara Zionis itu dengan batu. Sebaliknya, polisi Israel menuding beberapa roket diluncurkan militan Gaza ke wilayah Yahudi.

Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Selasa (15/5), ratusan demonstran melempari pos polisi Israel dengan batu tepat sesudah pergantian hari. Insiden ini terjadi di Perkampungan Issawiya, Kota Yerusalem Timur. Polisi membalas dengan tembakan peringatan, namun belum jelas apakah ada korban jiwa atau tidak.

Rakyat Palestina selalu memperingati tanggal 15 Mei sebagai hari pertama kali mereka terusir dari tanah air. Eksodus warga Israel yang difasilitasi tentara Inggris pada 1948 merupakan pendudukan sepihak, mengakibatkan 760 ribu orang Arab kehilangan rumah dan kampung halaman.

Selain kerusuhan di Yerusalem, beberapa massa sudah melakukan unjuk rasa berpusat di Ramallah, Tepi Barat. Mereka menyalakan lilin. Ribuan warga lain meneriakkan yel-yel. Perdana Menteri Ismail Haniya dari Hamas dijadwalkan bergabung dengan massa dalam unjuk rasa kali ini.

Juru bicara Kepolisian Israel Micky Rosenfeld menuding pihak Palestina telah memulai beberapa provokasi di perbatasan. "Sebuah roket atau mortar langsung ditembakkan dari Jalur Gaza ke wilayah Selatan Israel. Belum ada laporan korban jiwa," ujar dia.

Pada peringatan Nakba tahun lalu, jatuh korban jiwa setelah pengunjuk rasa bentrok dengan serdadu Israel. Insiden terjadi di perbatasan Israel-Yaman, ketika massa berupaya menerobos barikade tentara Zionis. Empat tewas, dan ratusan cedera, kebanyakan simpatisan Palestina asal Libanon.

Demonstrasi serupa juga dilakukan di Israel. Setelah pendudukan pada 1948, tidak sedikit warga arab yang bertahan di Negeri Zionis itu. Jumlah mereka kini mencapai 20 persen keseluruhan populasi Israel.

Komite Arab menyatakan tema Nakba kali ini sebagai solidaritas untuk para tahanan Palestina yang mogok makan di penjara-penjara Israel. "Kita harus mengingat perjuangan para tahanan pemberani di penjara Israel," tulis komite itu pada pernyataan pers kemarin. (mdk/fas)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP