Petinggi Ikhwanul Muslimin: Warga Yahudi harus kembali ke Mesir
Merdeka.com - Wakil Ketua Partai Kebebasan dan Keadilan (PKK) Ikhwanul Muslimin, Essam al-Erian, dua hari lalu mengatakan dirinya meminta agar warga Mesir keturunan Yahudi telah pindah ke Israel kembali ke Mesir.
"Saya memanggil kepada seluruh warga Mesir keturunan Yahudi agar kembali ke kampung mereka," kata Essam saat diwawancarai stasiun televisi asal Mesir Dream TV, seperti dilansir surat kabar Haaretz, Minggu (30/12).
Dia mengatakan orang Yahudi harus menolak hidup di bawah tekanan dan rezim rasisme di Israel yang justru menodai orang Yahudi lantaran dianggap telah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan.
"Kenapa Gamal Abdul Nasser (mantan presiden Mesir) harus mengusir mereka (Yahudi) dari Mesir. Akibatnya mereka berpartisipasi dalam pendudukan tanah Arab," ujar Essam. Dia menambahkan pemerintah Mesir tidak boleh melarang siapa pun ingin kembali ke Mesir dan dengan begitu warga Yahudi berhak memperoleh tanahnya kembali.
Dia mengatakan dengan kembalinya warga Mesir keturunan Yahudi dari Israel maka dapat memberi ruang bagi warga Palestina. Menurut dia, warga Palestina berhak atas tanahnya dan tidak ada yang boleh membantah.
Namun, pernyataan Essam telah menuai kritikan dari berbagai kalangan. Pengacara Muhammad Salim menuntut agar para pengacara mengambil langkah hukum terhadap Essam. "Dengan menyebar pernyataan itu dia dapat menghancurkan keamanan nasional dan dia telah membuka gerbang Zionisme di Mesir,".
Mantan Dekan Fakultas Hukum Universitas Helwan Muhammad Younis juga mengkhawatirkan aspek lainnya. Dia mengatakan pernyataan Essam yang akan mengembalikan tanah milik warga Yahudi akan memaksa pemerintah Mesir membayar sejumlah besar uang untuk reparasi padahal Mesir sedang dilanda krisis ekonomi.
Baik Presiden Mesir Muhammad Mursi maupun pemimpin Ikhwanul Muslimin lainnya tidak mau memberi tanggapan terkait pernyataan Essam dalam sesi wawancara itu. (mdk/fas)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya