Perusahaan sawit Singapura kembali diduga bakar lahan di Sumatera
Merdeka.com - Bencana asap terus menimpa beberapa provinsi di Sumatera dan Kalimantan. Asap menyebar hingga Singapura dan Malaysia, sehingga warga dua negeri jiran itu memprotes pemerintah Indonesia lantaran dianggap kurang sigap memadamkan api.
Siapa sangka, area sawit milik pengusaha Singapura sekarang jadi salah satu dari 200 perusahaan yang membakar lahannya. Direktur Tindakan Hukum Kementerian Lingkungan, Muhammad Yunus tidak merinci identitas perusahaan asal Negeri Singa itu. Namun dia memastikan bahwa setiap perusahaan yang masuk pemantauan timnya, termasuk dari Singapura, diduga kuat sengaja membakar lahan memicu bencana lingkungan.
"Angka (200) masih bisa terus bertambah," ujarnya seperti dilansir Channel News Asia kemarin.
Dugaan keterlibatan perusahaan sawit asing, baik dari Singapura dan Malaysia yang beroperasi di Sumatera, bukan kabar sepenuhnya baru. Pada 2013, Kementerian Lingkungan Hidup memastikan 8 perusahaan asing di Riau dan Jambi memang terlibat pembakaran lahan.

Ditemui di Bandung pekan lalu, Duta Besar Singapura untuk Indonesia Anil Kumar Nayar menegaskan tidak akan melindungi jika perusahaan asal negaranya yang melakukan pembakaran hutan di Sumatera. Dia mempersilakan aparat hukum RI mengambil langkah-langkah yang diperlukan bila ada pelanggaran.
"Singapura sama sekali tidak ada keinginan melindungi perusahaan yang bermarkas di Singapura. Karena kita lihat dampaknya untuk semua orang," kata Anil.
Kendati begitu, Anil berharap Indonesia (mdk/ard)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya