Permainan kotor Israel

Reporter : Ardini Maharani | Kamis, 16 Mei 2013 09:12




Permainan kotor Israel
Pasukan Israel serang kapal Mavi Marmara. ©Reuters

Merdeka.com - Setelah didesak banyak pihak, akhirnya Israel meminta maaf atas insiden kapal Mavi Marmara pada Turki sekitar dua bulan lalu. Terlambat? Jelas. Sejagat mulai muak pada Negeri Bintang Daud dan berniat untuk menyeret mereka di pengadilan dunia.

Kenapa Turki? Sebab peristiwa penyerangan Israel pada kapal bermisi kemanusiaan dan bantuan bagi Palestina merenggut nyawa sembilan pegiat Turki dan itu membuat hubungan kedua negara jadi dingin.

Menurut harian Times of Israel (9/3), bahkan usaha diplomasi keduanya harus dipaksa oleh Amerika Serikat. Bintang Daud terlalu mengangkat kepalanya tinggi sebab menilai diri mereka tidak bersalah.

Padahal kedua negara sempat bersahabat dengan baik. Hubungan erat dan bisnis antar negara berjalan dengan lancar selama bertahun-tahun. Namun nila setitik membuat susu rusak sebelanga, bahkan Israel merasa tenang-tenang saja. Mereka menganggap penyerbuan ke kapal Mavi Marmara sebagai tindakan wajar.

Namun ini tidak berlangsung lama. Bahkan sekutu mereka Amerika Serikat pun memandang rekan Timur Tengahnya itu terlalu arogan jika tidak minta maaf pada negeri pemerintahannya dipimpin Recep Tayyip Erdogan. Presiden Barack Hussein Obama segera menyerukan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu agar meminta maaf pada Turki atas insiden Mavi Marmara dan segera melakukan rekonsiliasi.

Tak hanya rekonsiliasi, Turki juga menuntut ganti rugi banyak pada keluarga para korban. Erdogan bahkan terang-terangan mengecam Israel sebagai penjahat kemanusiaan yang setara dengan anti-Semit dan fasisme. Demi membuat Negeri Zionis kebakaran jenggot, mereka membuka hubungan diplomatik dengan Kota Ramallah, pusat Tepi Barat, Palestina.

Kali ini Israel tidak mampu meradang. Mereka tahu mereka salah namun mencari cara agar pengakuan ini terdengar halus.

Pembicaraan soal kompensasi bakal berjalan bulan ini, demikian dilansir surat kabar Hurriyet (15/4) dan rakyat Turki serta Palestina mengingatkan pemerintah Erdogan agar tidak mudah larut dalam penawaran Israel. "Mereka sering menerapkan politik kotor. Mereka licik," ungkap warga Ibu Kota Ankara.

Turki menginginkan ini cepat selesai. Mereka sebenarnya tidak mau berdiskusi soal nyawa dengan uang sebagai gantinya. "Ini kesalahan," ujar wakil Perdana Menteri Turki Bulent Arinc. Menurut selentingan Israel membayar kompensasi Rp 975 juta per satu keluarga korban.

Kasus ini memang menjadi besar lantaran dilakukan oleh tentara Zionis di perairan internasional dan menyerang orang-orang dari pelbagai negara ingin pergi ke Palestina atas misi kemanusiaan. Bahkan serangan ini atas perintah dari pemerintah Israel.

[din]

KUMPULAN BERITA
# Israel# Turki

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
LATEST UPDATE
  • Produksi Lokal Rasa Impor
  • Ketua KPU soal putusan MK: Tidak ada puas atau tidak puas
  • Gugatan Prabowo ditolak MK, JK yakin Golkar gabung koalisinya
  • Kuasa Hukum Prabowo tuding keputusan hakim MK hanya salinan KPU
  • JK: Kalau gugat-gugat lagi malah menyusahkan masyarakat
  • MK tolak gugatan Prabowo, Jokowi-JK segera temui SBY
  • Putusan MK mantapkan kemenangan Jokowi-JK
  • ISIS rilis video perlihatkan ratusan warga Yazidi masuk Islam
  • Kubu Prabowo-Hatta: Putusan MK belum tentu cerminkan keadilan
  • MK tolak gugatan Prabowo, Nusron Wahid dkk sujud syukur
  • SHOW MORE