Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Perempuan murah bikin gerah

Perempuan murah bikin gerah Pegiat telanjang dada Amina Tyler ditangkap. ©facebook.com

Merdeka.com - Sejak perempuan Tunisia Amina Tyler mengunggah gambar telanjang dadanya dengan para pegiat Femen lain, dia menjadi bulan-bulanan. Banyak pihak memburunya sementara yang lain berencana mengeksekusi Tyler. Dia dan pegiat telanjang dada lainnya dicap perempuan murahan.

Peristiwa unggahan foto Tyler jauh lebih besar ketimbang kasus menimpa Alia al-Mahdi, perempuan Mesir yang juga demo telanjang menentang perumusan konstitusi syariah Islam di Negeri SUngai Nil itu. Faktanya kondisi negara menjadi faktor, demikian dilansir surat kabar the Guardian (5/4).

Alia beraksi demikian di luar Mesir sementara Tyler lebih berani dengan bertahan di negaranya.

Selain Alia tak membuat banyak sensasi, pegiat Femen lain pun tak terlalu bertingkah lantaran perempuan itu masih bebas berkeliaran di Swedia. Jauh berbeda dengan kondisi Tyler yang diserang secara nyata maupun maya serta terancam hukuman mati.

Akun Tyler di situs jejaring sosial diacak-acak peretas mengubah foto-foto telanjang perempuan itu jadi rangkaian kalimat syahadat. Peristiwa ini langsung mengundang protes keras dari para pegiat telanjang dada lain. Mereka ramai-ramai berdemo pada awal bulan lalu menentang Islamisasi dinilai mendeskreditkan perempuan.

Di Ibu Kota Kiev, Ukraina, anggota Femen membakar spanduk bertuliskan dua kalimat syahadat sebagai balasan para peretas pada Tyler. Mereka juga menuding negara-negara Timur Tengah kebanyakan memakai konstitusi dan aturan Islam sebagai negara brengsek. "Kami bebas, kami bugil, dan tak seorang pun bisa memperalat agama dan simbol suci untuk menindas dan menganiaya perempuan," ujar mereka.

Bukannya selesai disitu, aksi mereka mendapat perlawanan lebih keras lagi. Pemerintah Tunisia berjanji mengejar Tyler sampai dapat. Femen dihajar bertubi-tubi di Internet. Selain peretas, mereka juga mendapat kecaman dari kelompok perempuan Islam seantero jagat.

Beberapa waktu lalu muslimah sejagat memprotes kelakuan pegiat Femen. Mereka menolak Hari Jihad Telanjang dimotori oleh peristiwa Tyler. Para perempuan berjilbab ini mengaku gerah pada demo memperlihatkan payudara itu. Selain itu mereka yakin dengan tertutup tidak akan mengurangi kecantikan perempuan muslim bahkan mereka akan lebih terhormat dibandingkan mengumbar aurat.

Mereka meluncurkan laman anti-Femen. Ternyata pengikutnya bukan hanya muslim namun pelbagai agama dunia rupanya gerah dengan onar dibuat oleh Femen. (mdk/din)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP