Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Perempuan Afghan tuntut algojo Taliban ditahan

Perempuan Afghan tuntut algojo Taliban ditahan Dua perempuan Afghanistan membentangkan spanduk menuntut pemerintah segera menahan algojo Taliban. Puluhan pegiat perempuan hari ini berunjuk rasa terkait video pembunuhan seorang perempuan oleh Taliban lantaran diduga selingkuh. (Reuters)

Merdeka.com - Puluhan perempuan Afghanistan hari ini berunjuk rasa di Ibu Kota Kabul. Mereka memprotes kekejaman diduga dilakukan Taliban kepada perempuan muda dituduh berzina. Tindakan itu direkam dan videonya tersebar luas.

Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Rabu (11/7), para pegiat perempuan itu menginginkan keadilan atas rekan sesamanya. "Eksekusi Taliban atas perempuan adalah kejahatan. Pemerintah harus melakukan apapun untuk menyeret pelakunya ke pengadilan," teriak mereka. Pengunjuk rasa berbaris menuju kantor Kementerian Urusan Wanita, dilanjutkan ke markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Anggota parlemen perempuan Afghanishtan, Shinkai Karokhail ikut dalam unjuk rasa itu. Ia menyerukan pemerintah harus bertindak cepat, "Tugas pemerintah memberikan keadilan bagi perempuan," ia menegaskan.

Presiden Hamid Karzai telah mengutuk pembunuhan yang videonya tersebar Ahad lalu. Menurut dia, tindakan itu tidak Islami dan tak bisa dimaafkan. Pasukan keamanan Afganishtan tengah memburu pelaku.

Dalam rekaman itu, perempuan bernama Najiba, 22 tahun, ditembak dari belakang dengan senapan AK-47 oleh seseorang yang disinyalir komandan Taliban. Dia diberondong peluru di kepala dan punggung lantaran dituding berselingkuh. Insiden itu terjadi di sebuah desa di provinsi Parwan sekitar bulan lalu.

Selain pemerintah Afganishtan, komandan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Jenderal John Allen menawarkan bantuan untuk melacak dan menangkap lelaki kejam itu. (mdk/fas)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP