Penari perut bikin marah kaum Syiah di Mesir

Reporter : Pandasurya Wijaya | Senin, 29 Oktober 2012 08:51

Penari perut bikin marah kaum Syiah di Mesir
Penari perut Dina dalam film Abdo Mouta. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Kaum Syiah di Mesir marah karena seorang penari perut menyanyikan lagu yang memuji putri Nabi Muhammad, Fatimah, dalam sebuah film. Fatimah juga merupakan istri dari sahabat Nabi, Imam Ali, sosok sahabat paling dihormati kaum Syiah.

Juru bicara kaum Syiah Mesir Baha Anwar Muhammad, telah mengutuk penari perut Dina karena penampilannya dalam film Abdo Mouta. Menurutnya Dina telah menghina keluarga Nabi Muhammad (Ahli Bait) yang selama ini paling dihormati kaum Syiah.

Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Minggu (28/10), Baha akan menyampaikan gugatan ke pengadilan untuk meminta pelarangan penayangan film itu karena alasan menghina tokoh penting dalam Islam.

Kaum Syiah meyakini Imam Ali dan keluarganya adalah penerus Nabi Muhammad. Baha juga meminta Imam besar kampus Al-Azhar mengutuk film itu.

Dina, sang penari perut itu, membantah penampilannya bertujuan menghina keluarga Nabi. Dalam tayangan film itu Dina menyanyikan lagu yang menyanjung Fatimah sebagai ibu dari Hasan dan Husein, cucu Nabi, sambil menari.

[rin]

Komentar Anda


Suka artikel ini ?
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

KUMPULAN BERITA
# Syiah

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya





Be Smart, Read More
Back to the top
Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • 'Ancelotti hebat, tapi kali ini giliran Juventus yang menang'
  • Menteri Yuddy klaim Kemenpan berhasil terapkan revolusi mental
  • Rumah 55 nelayan di Buleleng dibakar sepihak oleh massa adat
  • Sembari memuji, Effendi Gazali sebut pidato Jokowi ada yang kurang
  • Pemkot Solo segera berlakukan parkir elektronik
  • Polisi tangkap 3 ABG Semarang yang mabuk sebelum menjambret
  • Sering jual obat keras tanpa resep, apotek di Bekasi digerebek BNN
  • Bengawan Solo meluap rendam sejumlah desa, dapur umum didirikan
  • Eksekusi 10 terpidana dilaksanakan tiga hari lagi?
  • Tupai, buron spesialis maling ternak diciduk polisi di dekat rumah
  • SHOW MORE