Penari perut Arab tampil di Israel

Reporter : Vincent Asido Panggabean | Senin, 14 Januari 2013 12:54




Penari perut Arab tampil di Israel
Penari perut. alarabiya.net

Merdeka.com - Para politikus dari negara-negara Arab mungkin akan menolak mengunjungi Israel lantaran status musuh bebuyutan dan masih berlarutnya masalah kependudukan negara Zionis itu di tanah Palestina. Namun, kisruh politik ini tidak berpengaruh bagi penari perut asal negara-negara Arab.

Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Ahad (13/1), penari perut dari negara Arab, seperti Mesir, Yordania, dan Maroko, rencananya akan ambil bagian di festival tari perut terbesar sejagat yang diselenggarakan di Israel. Kompetisi ini juga diikuti peserta dari negara-negara Asia Timur.

Situs Ynetnews dua hari lalu menulis, festival yang berlangsung selama empat hari itu akan diikuti 950 penari. Acara ini dimulai lusa di The Club Hotel, di Kota Eliat, selatan Israel. Namun, tidak diketahui pasti berapa penari dan guru tari perut asal negara Arab yang turut berpartisipasi.

"Meski tentara Israel November lalu melancarkan serangan ke Jalur Gaza dan menargetkan sayap militer Hamas Brigade Izzudin al-Qassam, namun kami tidak akan membatalkan peserta dari negara Arab," kata salah satu penyelenggara festival yang juga penari perut ternama di dunia, Orit Maftsir.

Peserta dari Turki rencananya juga akan mengikuti festival itu meski tiga tahun lalu hubungan di antara kedua negara meregang setelah tentara Israel menyerang angkatan laut Turki yang membawa bantuan bagi penduduk di Jalur Gaza. Sebanyak 19 sukarelawan termasuk sembilan warga Turki tewas akibat serangan itu.

"Di luar masalah kebudayaan festival ini diharapkan dapat menciptakan hubungan di antara negara-negara bertetangga itu dan dapat membantu memperkuat hubungan antar masyarakatnya," ujar Direktur Operasional the Club Hotel, Roni Pivko.

Dia menyebut acara yang diikuti oleh penari dan pengajar tari perut dari negara Arab juga membuktikan peserta asal negara mayoritas Islam itu tidak takut ke Israel untuk menari demi perdamaian. Namun, penari perut ternama asal Mesir, seperti Fifi Abdu, Lucy, dan Dina, telah lama menolak turut serta itu.

Abdu mengatakan dirinya tetap menolak meski diundang untuk tampil dan melatih. "Semua warga Mesir dari lahir sudah benci Israel dan itu sebabnya kami menolak memperbaiki hubungan dengan negara Yahudi itu."

Festival tari perut ini akan menyuguhkan acara spektakuler dengan penampilan penari dari seluruh dunia dan iringan musik orkestra. Selain itu, acara ini juga menampilkan pelatihan, pertunjukan, kompetisi, dan pesta malam.

Kota Eliat memang menjadi tujuan wisata lantaran lokasinya terletak di antara Laut Merah dan perbatasan antara Mesir dan Yordania.

[fas]

KUMPULAN BERITA
# Israel

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER

LATEST UPDATE
  • Awas! Hoax iOS 8 ini bisa buat iPhone meledak
  • Calon haji Mudjijem meninggal terlindas bus di Mekah
  • Anis Matta larang kader PKS jadi menteri Jokowi
  • Kenaikan harga BBM oleh Jokowi bukan solusi lepaskan jerat utang
  • Diduga korupsi lahan kuburan, ketua DPRD OKU diperiksa polisi
  • Sopir dan kernet ini bingung, truknya jalan sendiri nabrak rumah
  • Demi iPhone 6, pemuda China sewakan pacarnya untuk kencan
  • Cuaca panas, ribuan bibit ikan di Waduk Kedung Ombo mati
  • Senin sampai Kamis, Indra Bekti tak makan nasi
  • Peringatan hari lahir Nabi Khongcu di Solo berlangsung meriah
  • SHOW MORE