Pakistan larang film percintaan pasangan Hindu dan muslim

Reporter : Vincent Asido Panggabean | Sabtu, 6 Juli 2013 11:23




Pakistan larang film percintaan pasangan Hindu dan muslim
Film Raanjhanaa. ibnlive.in.com

Merdeka.com - Pemerintah Pakistan kemarin mengeluarkan larangan kepada film-film India bertema hubungan cinta antara pasangan muslim dan Hindu ditayangkan di bioskop-bioskop di negara itu, dengan alasan bisa menyinggung penonton di negara Islam konservatif itu.

Situs asiaone.com melaporkan, Jumat (5/7), Dewan Sensor Film Pakistan menolak untuk menyelesaikan penyensoran film 'Raanjhanaa' yang dijadwalkan akan diluncurkan pada Juni lalu di bioskop-bioskop di Pakistan.

"Dewan sensor tidak menyelesaikan penyensoran film ini karena ceritanya kontroversial," kata seorang pejabat senior pemerintah dan Ketua Dewan Sensor Film Pakistan, Arshad Ali.

"Dewan merekomendasikan bahwa alur cerita film itu bisa menyinggung mayoritas penduduk muslim di negara ini, dan dapat menimpulkan sebuah situasi hukum dan ketertiban," lanjut dia.

Menurut laporan, film 'Raanjhanaa' menceritakan kisah cinta antara seorang lelaki Hindu dengan seorang wanita muslim.

Meskipun dewan sensor secara rutin melarang produksi film yang dianggap terlalu sensitif untuk ditayangkan di bioskop-bioskop di Pakistan, namun tetap saja DVD bajakan dari film-film Barat dan Bollywood masih dapat dibeli di kios-kios penjual DVD bajakan.

Distributor film Pakistan sebelumnya memboikot film Hollywood berujul 'Zero Dark Thirty' tentang pemburuan Usamah Bin Laden, yang dibunuh oleh pasukan Amerika Serikat di Pakistan pada 2 Mei 2011 lalu. Film ini dilarang lantaran dapat memalukan Pakistan.

Pada 2012, Pakistan juga melarang film India 'Agen Vinod', yakni seorang tokoh seperti James Bond dari India. Ini lantaran film itu menceritakan tentang seorang agen rahasia India yang menghalangi mata-mata Pakistan dari meledakkan bom nuklir di Ibu Kota New Delhi.

India dan Pakistan sudah tiga kali berperang sejak Negeri Sungai Gangga itu meraih kemerdekaan dari tangan Inggris pada 1947.

Pada 2010, dewan sensor juga menolak memberikan izin tayang untuk film India 'Tere bin Laden', yang mengolok-olok Usamah Bin Laden. Dewan menyatakan film ini akan menghasut serangan bunuh diri.

Industri film Pakistan sendiri menurun dalam beberapa tahun terakhir. Industri perfilman Pakistan tidak dapat bersaing dengan popularitas besar dari film-film produksi Bollywood.

[fas]
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

KUMPULAN BERITA
# Pakistan

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Kakak dan adik Machfud Suroso kebagian duit korupsi Hambalang
  • Saat ditangkap polisi, pengacara LBH punya surat kuasa hukum
  • Demo buruh makin bertambah, JK ingin industri dipindah ke daerah
  • Puting Beliung di Bandung tewaskan nenek 97 tahun
  • KPK sebut eks Sekjen ESDM akan segera disidang
  • Ternyata, Suami Jessica Iskandar Tolak Hadiri Sidang Karena Ini..
  • Puting beliung di Bandung Timur rusak 85 rumah, pohon berjatuhan
  • Pemeriksaan perdana kasus proyek listrik, Samsudin Warsa mangkir
  • Sekjen ESDM pasrah dibui KPK
  • LBH laporkan 2 anggota Polres Jaktim ke Polda Metro Jaya
  • SHOW MORE