Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mubarak kembali masuk sel setelah dirawat

Mubarak kembali masuk sel setelah dirawat Mantan Presiden Mesir, Husni Mubarak, terbaring di ranjang menunggu persidangan.(www.alarabiya.net)

Merdeka.com - Kejaksaan Mesir memerintahkan mantan diktator Husni Mubarak kembali menghuni penjara lantaran beralasan kondisi kesehatannya mulai membaik. Dalam surat perintah itu ditandatangani oleh Jaksa Abdul Majid Mahmud itu tertulis, "Perintah untuk memindahkan Husni Mubarak dari rumah sakit militer Maadi ke penjara Tora karena kesehatannya telah membaik," dikutip dari surat kejaksaan. Hal itu dipertegas dengan pernyataan wakil Mahmud, Adel al-Sadid. Dia mengatakan menurut keterangan tim dokter kesehatan mantan presiden itu stabil dan sudah cukup baik bagi orang seusianya.

BBC melaporkan, Senin (16/7), Mubarak, kini berusia 84 tahun, dipindahkan dari penjara ke rumah sakit militer bulan lalu lantaran tingkat kesehatannya memburuk. Bahkan dia dilaporkan mengalami serangkaian stroke hingga koma dan harus menggunakan mesin penyangga kehidupan. Beberapa ahli kedokteran menganggap secara klinis mantan diktator itu meninggal. Tetapi laporan itu disangkal pemerintah militer.

Meski kejaksaan Mesir telah memerintahkan Mubarak kembali menempati selnya, tapi belum ada kejelasan mengenai waktu pemindahan mantan presiden itu.

Juni lalu Mubarak divonis penjara seumur hidup karena terbukti memerintahkan aparat keamanannya menembaki para pengunjuk rasa sedang berdemonstrasi di Lapangan Tahrir. Alhasil, 900 tewas dan lainnya terluka. 

Setelah dijatuhi hukuman, Mubarak langsung dibawa ke penjara Tora. Selang tiga hari kemudian keadaan kesehatannya langsung memburuk dan pingsan berulang kali.

Husni Mubarak harus lengser dari jabatannya selama lebih dari tiga dekade menjadi presiden Mesir. Dia tumbang pada 11 Februari 2011 setelah gelombang unjuk rasa besar-besaran dari berbagai elemen politik dan masyarakat.

Meski mendapat hukuman berat, beberapa pihak masih tidak puas dengan putusan itu. Kemarin, ribuan orang berunjuk rasa di Lapangan Tahrir menuntut Mubarak dihukum mati. (mdk/fas)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP