Mobil Hillary Clinton dilempari tomat dan sepatu
Merdeka.com - Pengunjuk rasa melempari tomat dan sepatu ke arah iring-iringan mobil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Rodham Clinton. Insiden ini terjadi di Kota Alexandria, Mesir.
Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Senin (16/7), tomat itu malah mendarat di wajah seorang pejabat Mesir. Botol minuman dan sepatu berhasil melayang ke dekat mobil lapis baja membawa delegasi Hillary. Istri mantan presiden Amerika Bill Clinton ini dijadwalkan memberi sambutan di pelabuhan Alexandria. Dia akan berbicara tentang hak demokratis sekaligus membicarakan kemungkinan kerja sama Amerika dan Mesir.
Ini merupakan kunjungan pertama Hillary selepas terpilihnya Presiden Muhammad Mursi. Lawatannya ini juga membahas masalah keamanan di kawasan. Dari Mesir, ia melanjutkan perjalanan ke Israel.
Tak hanya dilempari tomat dan sepatu, Hillary juga diteriaki "Monica, Monica!" Ini merujuk pada nama bekas selingkuhan suaminya, Monica Lewinsky, saat Bill Clinton masih menjabat Demonstran anti-Ikhwanul Muslimin itu juga meneriakkan suiran Hillary segera keluar dari Negeri Sungai Nil itu.
Para pengunjuk rasa membawa sejumlah spanduk bertulisan "Hillary Anda tidak diterima di Mesir", Mesir tidak akan pernah menjadi seperti Pakistan", dan "Hamas tidak akan pernah mengatur Mesir". Tidak jelas dari mana demonstran berasal dan apa afiliasi politik mereka. Tapi unjuk rasa menjadi umum setelah Husni Mubarak lengser karena gelombang protes.
Protes tak hanya di rute dilalui Hillary tapi juga di hotel tempat dia menginap. Mereka meneriakkan slogan anti Islam dan menuduh Amerika mendukung presiden Islam.
Dalam pidatonya di Alexandria, Hillary menolak tudingan Amerika mendukung kekuatan muslim. "Saya ingin menjelaskan kedatangan ini bukan untuk bisnis atau mencari kelemahan Mesir, meski kami mampu melakukan itu," kata Hillary.
Sehari sebelumnya, Hillary bertemu Ketua Dewan Militer Marsekal Hussein Tantawi. Keduanya membahas transisi demokrasi masih bergolak.
Kisruh antara Mursi dan Dewan Militer berlangsung setelah presiden baru itu membatalkan keputusan Mahkamah Konstitusi yang membubarkan parlemen. Dewan Militer menegaskan tidak ingin ada satu kelompok mendominasi Mesir.
Sejak pemilihan umum Desember tahun lalu dan Januari tahun ini, kelompok Islam, yakni Ikhwanul Muslimin dan Salafi menguasai majelis rendah parlemen. Kekuatan Islam kian menguat setelah Mursi menang atas bekas perdana menteri Ahmad Safiq. (mdk/fas)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya