Mengintip pemilihan pemimpin Hamas

Reporter : Faisal Assegaf | Rabu, 3 April 2013 18:54




Mengintip pemilihan pemimpin Hamas
Khalid Misyaal, Kepala Biro Politik Hamas baru terpilih. (reuters.com)

Merdeka.com - Sungguh sulit. Cuma itu kalimat buat menggambarkan betapa rahasianya prosesi pemilihan kepala biro politik Hamas. Maklum saja, organisasi berusia seperempat abad ini dicap teroris dan pentolan mereka menjadi buronan Israel.

Sebab itu tidak mengherankan kabar muncul Senin lalu hanya menyatakan Khalid Misyaal terpilih lagi sebagai kepala biro politik Hamas. Jabatan lima tahunan ini sudah dia pegang sejak 1996, ketika biro politik Hamas berkantor di Ibu Kota Amman, Yordania.

Selepas upaya pembunuhan gagal oleh Mossad terhadap Misyaal setahun kemudian, Raja Hussein meminta Hamas keluar dari Yordania. Misyaal dan teman-temannya akhirnya mendapat perlindungan di Ibu Kota Damaskus, Suriah.

Lantaran menolak menyokong Presiden Basyar al-Assad dalam perang saudara sudah berlangsung lebih dari dua tahun, Misyaal kembali terusir. Dia ditampung di Ibu Kota Doha, Qatar, sedangkan wakilnya, Musa Abu Marzuq bermukim di Ibu Kota Kairo, Mesir.

"Dewan syura telah memutuskan Misyaal sebagai kepala biro politik Hamas," kata pemimpin Hamas di Libanon, Usamah Hamdan, saat dihubungi merdeka.com melalui telepon selulernya hari ini. Dia menolak menjelaskan lebih lanjut dengan alasan semua sangat tertutup. "Anda hanya berhak tahu Misyaal sudah terpilih. Anda tidak boleh tahu di mana dan kapan pemilihan itu berlangsung.

Dia juga bungkam saat ditanya apa alasan terpilihnya Misyaal. Dia juga tidak mau menjawab apakah ada calon lain selain Misyaal.

Menurut pemimpin senior Hamas di Jalur Gaza, Mahmud Zahar, pemilihan kepala biro politik Hamas digelar oleh 60 anggota Dewan Syura. Mereka adalah para pentolan Hamas di Gaza, Tepi Barat, pengasingan, dan dalam penjara Israel. Namun Zahar menolak menyebutkan siapa saja tokoh-tokoh terkemuka dalam dewan syura itu. "Kami ini organisasi sangat rahasia," ujar Zahar saat ditemui di kediamannya, Tal al-Hawa, Kota Gaza, Oktober tahun lalu.

Yang pasti, Zahar bersama Misyaal, Ismail Haniyah, Usamah Hamdan, dan Musa Abu Marzuq, termasuk anggota dewan syura. Mereka semua bungkam apakah Misyaal terpilih secara aklamasi atau lewat pemungutan suara.
Namun bukan rahasia lagi, Hamas terbelah antara kubu Misyaal dan pentolan di Gaza. Misyaal dan kawan-kawan dianggap mewakili kelompok pragmatis dan moderat, sedangkan Zahar dan orang-orang tua lainnya adalah tokoh Hamas ideologis.

Karena itu sungguh mengejutkan ketika sejumlah laporan menyebutkan Hamas mendukung solusi dua negara sebagai upaya menyelesaikan konflik Palestina-Israel. Padahal, menurut piagam pendirian Hamas, organisasi ini tidak akan pernah mengakui keberadaan Israel dan bahkan bersumpah bakal menghancurkan negara Zionis itu. Jangan lupa, solusi dua atau satu negara tidak bakal menjamin Palestina merdeka dan berdaulat dalam arti sebenarnya.

Zahar juga menegaskan perlawanan bersenjata adalah satu-satunya cara buat menghadapi penjajah Israel. "Itu adalah sikap kami sejak dulu. Kami sampai sekarang membicarakan soal perlawanan bersenjata dan bukan berunding untuk melenyapkan Israel."

[fas]

KUMPULAN BERITA
# Hamas# Palestina

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top


Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER
TOP 10 NEWS
LATEST UPDATE
  • Pidato lengkap ucapan terima kasih Jokowi untuk para relawan
  • KPK: 90 persen alat di balai uji KIR Kedaung tak berfungsi
  • Beberapa jenazah korban MH17 masih belum ditemukan
  • Beginikah tampang generasi baru Kia Sorento?
  • Sibuk syuting film, Tom Cruise tak lupa beribadah
  • Ahok: Kalau Bu Risma tipenya keras, enggak cocok
  • Ketidakhadiran Hatta bukan tanda PAN tinggalkan Prabowo
  • 'Tak ada prestasi, kepengurusan Ical di Golkar harus dievaluasi'
  • Bank perang bunga deposito, kredit makin seret
  • Kementan kecam hobi impor sapi Kemendag
  • SHOW MORE