Libya tunda pemilu bulan depan
Merdeka.com - Libya telah menunda pemilihan umum hingga 7 Juli mendatang karena alasan teknis dan logistik. "Tanggal pelaksanaannya dilaksanakan 7 Juli," kata Ketua Komisi Pemilihan Umum Nuri al-Abbar dalam jumpa pers di Ibu Kota Tripoli, Libya, seperti dilansir stasisun televisi Al Arabiya, Senin (11/6).
Tadinya pemilihan parlemen dijadwalkan Selasa pekan depan. Ini bakal jadi pemilihan pertama sejak rezim Muammar Qaddafi terguling tahun lalu.
Menurut Abbar, penundaan itu juga disebabkan beleid pemilu belum disahkan. Pihaknya juga ingin memberikan kesempatan pemilih belum mendaftar. Komisi juga ingin memberikan waktu terhadap calon anggota parlemen yang digugurkan untuk mengajukan banding.
Seirang anggota komisi tidak disebut identitasnya, Sabtu pekan lalu, memperkirakan pemungutan suara itu dilaksanakan 10 Juli. Alasan penundaan juga sama seperti dilontarkan Abbar.
Anggota lain mengatakan pemilu ditunda setelah komisi berkonsultasi dengan sejumlah pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa. Mereka yang menyarankan pesta demokrasi itu dilansungkan pada perkan pertama Juli.
Lebih dari 2,7 juta warga Libya atau sekitar 80 persen telah mendaftar sebagai pemilih. Sekitar empat ribu kandidat dari lusinan partai akan bertarung memperebutkan 200 kursi di parlemen.
Dewan Transisi Nasional menyatakan 23 Oktober atau tiga hari setelah Qaddafi ditangkap dan terbunuh, sebagai hari kemerdekaan Libya. Mereka juga mengumumkan pemilu bakal diselenggarakan dalam 20 bulan ke depan.
Uni Eropa pada Jumat pekan lalu mengatakan telah mengerahkan tim pemantau pemilu ke Libya. Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Chaterine Ashton menggambarkan pemilihan itu langkah penting buat perubahan Libya.
(mdk/fas)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya