Korea Utara hukum mati tiga pelaku kanibal karena kelaparan

Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo | Senin, 21 Mei 2012 15:48

Korea Utara hukum mati tiga pelaku kanibal karena kelaparan
Delegasi atlet Korea Utara (Ilustrasi). Rakyat Korea Utara mengalami kelangkaan pangan sejak lama. (www.abovetopsecret.com)

Merdeka.com - Pemerintah Korea Utara menghukum mati tiga pelaku kanibal atau pemakan manusia. Mereka melakukan itu karena kelaparan akibat kelangkaan pangan. Laporan itu disampaikan oleh Institut untuk Unifikasi Nasional Korea Selatan Ahad lalu.

Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Senin (21/5), menurut pemaparan hasil penelitian Institut untuk Unifikasi Nasional Korea Selatan, menurut beberapa sumber rahasia di Korea Utara, sebagian terhukum mati itu terjerat kasus memakan dan mengadakan jual beli daging manusia. Seperti dikutip dari kantor berita Korea Selatan Yonhap, satu orang dieksekusi karena membunuh dan menyantap daging tubuh rekan kerjanya, lalu menjual beberapa bagian lain dengan mengatakan itu adalah daging kambing.

Tiga tahun lalu, akibat kelangkaan bahan makanan, seorang gadis berumur tiga tahun tewas dibunuh dan diambil bagian tubuhnya buat dimakan. Lembaga pemantau hak asasi manusia tidak bisa mendapatkan data lengkap karena Korea Utara mengisolasi diri dari dunia luar, sehingga arus informasi diawasi sangat ketat.

Korea Utara terlilit masalah kelangkaan bahan pangan sejak lama, terutama setelah mencoba memperbaiki nilai mata uangnya pada 2009. Karena masyarakat negara komunis itu menderita kelaparan, maka mereka mulai menjadi pemakan sesama sejak dekade 1990an. Tetapi menurut seorang pembelot negara tetangga Korea Selatan itu, kasus kanibalisme mulai mencuat ke permukaan pada akhir 1999.

Korea Utara juga dituduh membuat penjara mirip kamp konsestrasi Yahudi Nazi Jerman pada Perang Dunia II. Menurut laporan Komite Hak Asasi Manusia Korea Utara berbasis di Ibu Kota Washington D.C., Amerika Serikat, setidaknya ada 200 ribu tahanan politik beserta segenap keluarga menghuni rumah tahanan itu.

Di Korea Utara, jika satu orang melakukan kejahatan politik, maka seluruh keluarganya juga ditahan tanpa kecuali. Tetapi, pemerintah di bawah kepemimpinan Kim Jong Un, anak Kim Jong Il, berkuasa sejak Februari lalu menyangkal semua tuduhan itu.

Selain kasus kanibal, Korea Utara juga mengeksekusi 230 orang pembelot sejak 2006.

[fas]

Komentar Anda


Suka artikel ini ?
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya





Be Smart, Read More
Back to the top
Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Sidang praperadilan Hadi Poernomo juga ditunda karena KPK tak siap
  • Ini 'oleh-oleh' dibawa Presiden Jokowi dari Jepang dan China
  • Puluhan orang geruduk sidang perdana praperadilan Suryadharma Ali
  • Commuter Line jalur Nambo-Citayam belum akan beroperasi 1 April
  • BBM naik lagi, Dishubkominfo dan Organda Solo bingung
  • Ahok didesak minta maaf soal pemberian nama sapi 'USB'
  • Dukung Saudi, jet tempur Israel ikut gempur Yaman
  • Nikita Mirzani bebas dari penjara dengan gaun belahan tinggi
  • Polisikan 2 komisioner KY, Hakim Sarpin penuhi panggilan Bareskrim
  • Baru nikah siri 2 bulan, Nasri tega aniaya anak tirinya hingga tewas
  • SHOW MORE