Korban pemerkosaan di Afganistan dipenjara bersama bayinya

Reporter : Pandasurya Wijaya | Rabu, 10 April 2013 19:12




Korban pemerkosaan di Afganistan dipenjara bersama bayinya
Mariam dan anaknya di penjara Badam Bagh Afganistan. ©the Daily Mail

Merdeka.com - Mariam kini sudah tiga bulan ditahan di penjara perempuan Badam Bagh di Ibu Kota Kabul, Afganistan. Dia dikurung lantaran menembak seorang pria yang memperkosanya kemudian menembak dirinya sendiri.

Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Rabu (10/4), di penjara khusus perempuan itu kini ada 202 tahanan beserta 62 anak mereka.

Mariam kabur ke Ibu Kota Kabul dari rumahnya di provinsi Kunduz. Dia sudah tidak tahan lagi karena kerap dipukuli suaminya.

Sampai di kota asing sendirian, dia kemudian menghubungi sepupu suaminya yang tinggal di kota itu. Sepupunya beralasan terlalu sibuk untuk menjemputnya sehingga di menyuruh teman laki-lakinya untuk menjemput Mariam. Temannya itu kemudian membawa Mariam ke sebuah rumah lalu memperkosanya. Mariam kemudian menembak lelaki itu setelah diperkosa. Dia kemudian menembak kepalanya sendiri. Setelah tiga hari dia terbangun sudah di sebuah rumah sakit.

Jarang dilayani istri, alasan Deden setubuhi anak kandung
DP mengaku sudah 60 kali memerkosa anak kandungnya


Polisi kemudian membawa Mariam ke penjara Badam Bagh.

Selain Mariam, ada Nuria. Dia kini menyisakan delapan bulan lagi masa tahanannya. Dia ditahan lantaran meminta cerai dari suaminya. Nuria melahirkan di penjara itu dan dia berada di sel bersama anaknya. Dia menolak dipaksa menikah dengan seorang pria yang bukan pilihannya.

"Saya ingin minta cerai dari suami tapi dia tidak mau melepaskan saya. Saya tak ingin menikahinya. Saya mencintai laki-laki lain tapi ayah menjodohkan saya. Dia mengancam akan membunuh saya jika saya tidak mau," kata Nuria.

Di Afganistan sejumlah perempuan harus menjalani kurungan hingga tujuh tahun penjara lantaran meninggalkan suami mereka.

Satu sel penjara di Badam Bagh diisi enam tahanan. Di sana mereka diajarkan kemampuan dasar untuk bertahan hidup di tengah masyarakat seperti membaca, menjahit, dan menyulam.

Tak hanya Miriam dan Nuria, Adia, 27 tahun, harus menjalani kurungan tujuh tahun dan kini dia tengah hamil tujuh bulan. Dia akan melahirkan di dalam penjara itu.

Pegiat pembela hak-hak asasi perempuan Haider, Zubaida Akbar, mengatakan kondisi perempuan di Afganistan kini belum banyak berubah. Mereka masih sering mengalami penindasan. "Jika kita mencermati masalah ini lebih dalam, sesungguhnya belum banyak perubahan mendasar terjadi. Mengubah semua ini cukup sulit, bahkan sangat sulit," kata dia.

Baca juga:
Pelajar SMA dicabuli 4 pemuda di musala kantor
DN dikenal ketat mengawasi putri tiri yang dihamilinya
Desa di India larang perempuan menari

[fas]
Suka artikel ini ?
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Transjakarta keluarkan asap di Halte Senen
  • Kabareskrim sebut pemborgolan Bambang bisa dipertanggungjawabkan
  • Dapatkan 5 manfaat sehat ini dengan makan pare!
  • Mau ditempeleng Oegroseno, ini kata Irjen Budi Waseso
  • Adu popularitas, kini Instagram asapi Twitter
  • Keterlaluan, mantan Kades di Pekalongan jual beras raskin
  • Trailer 'THE AVENGERS: AGE OF ULTRON' Paling Baru Ada Di Sini!
  • Polda Banten gerebek pabrik miras oplosan merek impor
  • Siapa yang terganteng di EXO? Ini versi Xiumin dan Chen
  • Dapat dana Rp 1 T, ASDP bangun dermaga dan beli dua kapal
  • SHOW MORE