Kisah kemenangan Obama lewat sosial media
Merdeka.com - Peran media sosial sangat signifikan dalam pemilu presiden di Amerika Serikat (AS). Cara ini terbukti menyukseskan Barack Obama untuk memenangi kontestasi politik itu dan menjabat sebagai orang nomor satu di AS.
Pada Pilpres AS 2008 lalu, Obama menghadapi sejumlah lawan politik yang sangat berat. Saat mendeklarasikan pencalonannya di Partai Demokrat, dia harus berhadapan dengan Hillary Clinton di internal partai. Dia akhirnya memenangi pertarungan dengan John McCain, jago dari Republik, dan menempati kursi nomor satu di AS.
Berbeda dari pesaingnya, Obama memilih berkampanye melalui media sosial. Ketika itu, dia bersama tim kampanye bentukannya melakukan kampanye besar-besaran melalui Facebook.
Tindakannya ini penuh pertaruhan besar, namun menyimpan segundang peluang yang belum pernah dimasuki oleh calon dari manapun. Alhasil, pria yang pernah dibesarkan di Indonesia ini berhasil menggaet pemilih muda.
"Apa yang dia (Obama) lakukan tidak mungkin terjadi, tapi kita melihat banyak peluang dengan meng-klik sesuatu. Dia jelas sangat pandai dan seseorang yang mampu melihat peluang yang kosong," ujar Direktur Facebook, Marc Andreessen, di New York Times pada Pilpres 2008 lalu.
Seperti halnya inovator situs lainnya, kampanye Obama ini tidak memberikan sesuatu yang baru. Namun, dengan menyatukannya menggunakan media sosial di bawah pergerakan yang dilakukan oleh tim Obama.
Mereka mampu menghasilkan kekuatan yang tidak terlihat dalam menghasilkan dana kampanye, mengorganisasi tim lokal, melawan kampanye hitam dan membantu mereka untuk meningkatkan jumlah suara melebihi Hillary Clinton dan John McCain dari Partai Republik.
Hasilnya, saat dia tiba di Pennsylvania, Obama tidak hanya membangun basis politik, tapi database dengan jutaan nama pendukungnya yang bisa dikoordinir kapan saja.
"Dia adalah politisi pertama yang memahami bahwa teknologi dan dapat digunakan dengan cara baru," lanjut Andreessen.
Tak hanya Obama, papar Andreessen, politikus lainnya seperti Thomas Jefferson, John F Kennedy dan Howard Dean memahami betul pentingnya penggunaan teknologi. Di masanya, Jefferson mengakomodir ambisinya dengan menggunakan koran-koran setempat.
Langkah itu dilanjutkan Kennedy yang tercatat menjadi presiden pertama AS yang memakai jasa televisi di masa kampanye. Terakhir Dean, meski gagal dalam Pilpres, namun dia paham betul kegunaan internet untuk meningkatkan pundi-pundinya sebagai dana berkampanye.
"Tapi, Obama memahami bahwa penggunaan internet dapat menurunkan produk politik, membangun koneksi dan kekuatan dan mengeluarkan perindah sekaligus mengontrol sendiri kepada pengguna dalam melakukan pekerjaannya," jelas Andressen. (mdk/ian)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya