Kerry akui penyadapan Amerika sudah kelewatan

Reporter : Vincent Asido Panggabean | Jumat, 1 November 2013 20:03




Kerry akui penyadapan Amerika sudah kelewatan
John Kerry. istimewa ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry kemarin untuk pertama kalinya mengatakan bahwa dalam beberapa kasus, penyadapan dilakukan Negeri Adikuasa itu terbilang sudah kelewatan. Pernyataan itu muncul di tengah ketegangan dengan beberapa negara Eropa terkait masalah itu.

"Saya yakinkan pada Anda semua, orang tidak bersalah tidak dilecehkan dalam proses ini, tapi ada sebuah usaha untuk mencoba mengumpulkan informasi," kata Kerry kepada sebuah konferensi di Ibu Kota London, Inggris, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Jumat (1/11).

"Dan iya, dalam beberapa kasus, ini memang sudah terlalu jauh dan tidak tepat," ujar dia. "Presiden kami mencoba menjelaskan dan membuat lebih jelas kepada semua orang, dan sekarang tengah melakukan sebuah tinjauan menyeluruh agar tidak seorang pun merasa disalahgunakan."

"Dalam beberapa kasus, saya mengakui kepada Anda semua, seperti presiden, bahwa beberapa tindakan ini telah kelewatan, dan kami akan memastikan ini tidak terjadi lagi di masa depan," lanjut Kerry.

Penyadapan dilakukan Badan Keamanan Nasional (NSA) telah memicu keretakan dalam hubungan kawasan trans-Atlantik.

Pekan lalu, Kanselir Jerman Angela Merkel marah kepada Presiden Amerika Barack Obama dan menuduh NSA telah mengintai telepon dia.

Sebuah delegasi intelijen dari Jerman dan kelompok terpisah dari pembuat undang-undang Uni Eropa dua hari lalu berada di Washington untuk menghadapi sekutu mereka, Amerika terkait tuduhan itu.

Komentar Kerry, yang dikeluarkan oleh kementerian luar negeri, ini muncul untuk menanggapi pertanyaan yang ditujukan kepada dia dan Menteri Luar Negeri Inggris William Hague terkait pengawasan pemerintah.

Seorang diplomat top Amerika menghabiskan sebagian besar jawabannya untuk membenarkan pengumpulan data yang diperlukan karena adanya ancaman terorisme.

"Banyak, banyak, banyak bagian dari dunia ini telah menjadi subjek serangan teroris," kata dia. "Dan dalam menanggapi mereka, Amerika Serikat dan lainnya secara bersama-sama menanggapinya, saya tekankan itu kepada Anda semua, dan menyadari bahwa kita berurusan dengan sebuah dunia baru di mana orang bersedia meledakkan diri."

[fas]


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top


Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER
TOP 10 NEWS
LATEST UPDATE
  • Antv dan tvOne lejitkan laba VIVA semester I 202,5 persen
  • Meski ditantang naikkan harga BBM, Jokowi pilih menghindar
  • Politikus Prancis bandingkan anak Palestina dengan daging halal
  • Ical: Saya belum mau lengser
  • Jaksa lengah, tahanan narkoba kabur usai sidang di PN Pekanbaru
  • Ada adu jotos di pertandingan Maccabi Haifa vs Lille
  • Sex toy ini tersangkut dalam vagina selama 10 tahun!
  • Anindya Bakrie bicara soal anjloknya saham VIVA
  • Trailer Fifty Shades of Grey sertakan adegan sensual
  • Polisi serahkan berkas kasus kekerasan maut di SMA 3 ke jaksa
  • SHOW MORE