Kelompok muslim di Inggris kutuk insiden pembunuhan tentara
Merdeka.com - Beberapa kelompok muslim di Inggris kemarin mengutuk insiden pembunuhan seorang tentara di Ibu Kota London yang dilakukan Michael Adebolajo dan Michael Adebowale. Kedua pelaku mengklaim tindakan itu merupakan aksi balas dendam atas kematian warga muslim di negara-negara lain.
Surat kabar Leadership melaporkan, Sabtu (25/5), beberapa warga muslim langsung bereaksi terhadap insiden pembunuhan brutal itu dan menyatakan bahwa seharusnya ada yang bisa dilakukan para pemimpin negara untuk mengatasi masalah dalam masyarakat muslim, khususnya di kalangan anak muda yang terasingkan.
Dewan Muslim Inggris juga mengutuk insiden pembunuhan terhadap Lee Rigby (25 tahun) dan menyebut tindakan itu barbar serta tidak memiliki dasar-dasar dalam Islam. Dewan Muslim Inggris juga mendesak baik warga muslim dan non-muslim agar secara bersama-sama dapat menciptakan solidaritas untuk menghalau adanya rasa saling benci.
"Apa yang telah kita lihat di jalanan Kota London adalah hal yang sangat memuakkan, benar-benar tindakan keji yang saya sebut sebagai kriminalitas. Saya dengan hati-hati mengatakan hal ini sebagai bentuk kriminalitas, bukan terorisme," kata pengamat politik dan sosial, Muhammad Ansar.
Menurut dia, motivasi yang membuat munculnya kejadian seperti di dekat markas militer di Woolwich, London, dua hari lalu itu memang masih belum jelas. "Sebab itu apa yang kita butuhkan saat ini adalah rasa tenang dan rasa perspektif. Apa yang tidak kita butuhkan adalah reaksi buruk yang dapat menimbukan ketegangan dan dapat mengobarkan kecemasan dalam masyarakat." (mdk/fas)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya