Kelompok liberal Mesir mundur dari pembahasan konstitusi
Merdeka.com - Kelompok liberal Mesir kembali mundur dari pembahasan konstitusi. Mereka memprotes kubu Islamis karena berupaya mengambil jatah kursi milik kalangan sekuler.
Menurut anggota parlemen dari Partai Rakyat Mesir Merdeka, Emad Gad, Ikhwanul Muslimin dan Salafi langsung meminta jatah setengah dari 100 anggota panel pembahas konstitusi. Alhasil, partai berhaluan Islam lain harus berebut jatah setengahnya lagi dengan kelompok sekuler dan lainnya.
"Kami sedang membahas pembagian kursi 50-50 antara sekuler dan Islamis. Kemudian kami kaget, Ikhwanul Muslimin dan Salafi langsung meminta jatah setengah kursi," kata Gad seperti dilansir stasisun televisi Aljazeera, Senin (11/6). Dia menambahkan partai Wasat dan Gama Islamiyah mulai menominasikan calon mereka untuk mengambil jatah kursi kaum sekuler.
Perkembangan terbaru ini bakal makin memanaskan situasi politik di Negeri Sungai Nil itu. Konstitusi baru sangat diperlukan buat mengesahkan parlemen dan presiden baru yang bakal ditentukan pekan ini.
Pihak sekuler awal tahun lalu juga mengambil langkah serupa lantaran IKhwanul Muslimin dan Salafi yang menguasai 70 kursi di parlemen meminta jatah dominan di Dewan Syura yang beranggotakan 100 orang. Majelis tinggi parlemen ini akhirnya dibubarkan April lali.
Situasi politik dan keamanan di Mesir terus tak menentu setelah Presiden Husni Mubarak terguling, Februari tahun lalu. Kisruh juga melanda pemilihan presiden terkait status Ahmad Safiq yang pernah menjabat perdana menteri di era Mubarak. (mdk/fas)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya