Kebobrokan Vatikan kian terang benderang

Reporter : Faisal Assegaf | Rabu, 3 Oktober 2012 12:40




Kebobrokan Vatikan kian terang benderang
Paolo Gabriele semobil dengan paus Benediktus XVI saat misa mingguan di Lapangan Santo Petrus, Kota Vatikan, 30 Maret 2011. (cnn.com)

Merdeka.com - Kalau ada negara yang benar-benar mengunci rapat rahasia mereka, Vatikan termasuk salah satunya. Meski negara agama ini - karena dipimpin oleh seorang Paus - tidak bisa dikatakan sebagai kediktatoran.

Intrik, korupsi, dan saling tikam di Vatikan kian terang benderang setelah Paolo Gabriele, mantan kepala pelayan lelaki Paus Benediktus XVI, mulai diadili. Dalam sidang digelar kemarin di Ibu Kota Roma, Italia, pria akrab disapa Paoletto ini mengaku tidak bersalah telah mencuri ribuan dokumen rahasia dari apartemen Paus.

Dia mengaku terpaksa melakukan itu untuk kebaikan Gereja Katolik Roma, membawa Takhta Suci Vatikan kembali ke jalan yang benar. "Saya merasa bersalah lantaran mengkhianati kepercayaan Bapak Suci," katanya dalam sidang, seperti dilansir ABC News, Selasa (2/10).

Intrik, korupsi, dan menikam dari belakang bukan hal baru di Vatikan. Namun yang baru dari bocoran Gabriele kian menguak kebobrokan di sana yang tidak pernah terjadi sebelumnya.

Lelaki 46 tahun ini bekerja di kediaman Paus Benediktus XVI yang menghadap Lapangan Santo Petrus di jantung Kota Vatikan. Dia kerap di samping pemimpin umat Katolik sejagat itu, termasuk mengurusi soal makan dan pakaiannya. Tidak ada orang selain Gabriele yang bisa begitu dekat dengan Paus. Dia selalu menjadi teman berbincang lelaki 85 tahun itu.

Sayangnya, sidang terhadap Gabriele tidak terlalu terbuka buat umum. Hanya delapan wartawan boleh meliput, salah satunya Paddy Agnew, reporter Veteran dari surat kabar the Irish Times. Mereka ditentukan lewat undian. Dia menggambarkan selama menjalani sidang, Gabriele kelihatan tenang dan percaya diri.

Menurut Agnew, ada dua poin penting dari dokumen yang dibocorkan Gabriele. "Paus tidak diberi informasi yang seharusnya dia ketahui. Paus tidak memahami soan internasional, Vatikan, dan gereja," katanya kepada ABC News. "Kita bukan berbicara soal hasil laga sepak bola, yang kita bahas mengenai urusan gereja dan negara."

Agnew menjelaskan Gabriele berbicara soal ketidakpuasan di antara anggota di Dewan gereja Katolik Roma. Gabriele pun sampai pada kesimpulan seseorang dengan kekuasaan sangat besar begitu terbuka terhadap manipulasi. "Dia tidak mengatakan Paus Benediktus terbuka terhadap manipulasi, namun dia merujuk pada seseorang," ujar Agnew.

Gabriele juga menyimpulkan Paus Benediktus tidak bisa lagi mengontrol gerejanya sendiri. Dia benar-benar lemah. Dia baru balik Senin lalu setelah menghabiskan tiga bulan libur musim panas di sebuah vila di luar Roma.

Gabriele mengungkapkan sejak menjabat tujuh tahun lalu, Paus Benediktus lebih sibuk dengan buku ketimbang urusan pemerintahan. Dia melihat ada upaya buat mengasingkan Paus Benediktus dari kekuasaannya sebagai pemimpin agama sekaligus negara. Apalagi, Paus sudah menyerahkan urusan negara sehari-hari kepada Menteri Luar Negeri Tarcisio Bertone. Dia seolah telah menjadi perdana menteri.

Skandal yang dikenal dengan nama Vatileaks ini meletup musim semi lalu setelah surat-surat kabar Italia melansir isi dokumen rahasia itu. mereka mempublikasikan korupsi, kronisme, dan suap yang telah membudaya di Vatikan.

Puncaknya terjadi Mei lalu setelah seorang wartawan Italia menerbitkan buku His Holiness: Pope's Benedicts XVI's Private Papers dan dalam semalam ludes terjual. Buku ini membongkar intrik dan skandal dengan sokongan salinan pelbagai dokumen. Salah satunya menyebtukan orang-orang Katolik tajir dengan mudah bisa berbicara empat mata dengan Paus Benediktus jika membayar sekitar Rp 124 juta kepada Bertone.

Buku inilah yang membuat Georg Gaenswein, sekretaris pribadi Paus Benediktus, yakin Gabriele adalah pencuri dokumen rahasia itu. Sebab hanya dia dan Gabriele yang boleh masuk ke ruang pribadi Paus.

Awalnya semua pekerja di kediaman Paus tidak ada yang mengaku. Beberapa hari kemudian, Gabriele mengaku telah mengambil 82 kotak berisi dokumen. Dia memberi tahu soal itu kepada istri dan ketiga anaknya. Sekali lagi, Gabriele menegaskan dia bertindak atas kemauan sendiri.

Namun sedikit yang percaya. "Pasti ada orang lain membantu atau memerintahkan dia," kata Marco Politi, penulis biografi Paus Benediktus.

Namun juru bicara Vatikan Pastor Federico Lombardi membela Gabriele. "Dia tidak melakukan itu karena alasan ekonomi, tapi karena ketidakberesan yang dia rasakan."

Sidang terhadap Gabriele berlanjut hari ini dan Jumat, di mana vonis akan keluar. Sumber-sumber di Vatikan membisikkan jika diputus bersalah, Paus Benediktus hampir pasti bakal memaafkan Gabriele.

Barangkali bakal makin banyak orang tidak percaya lagi dengan Gereja Katolik Roma. Apalagi, citra mereka sebelumnya tercoreng lantaran terkuaknya skandal pelecehan seksual oleh para pastor di Eropa.

[fas]

KUMPULAN BERITA
# Vatikan

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
LATEST UPDATE
  • Diet pelangi bantu cerahkan kulit
  • Kapolri duga AKBP Idha terkait jaringan narkoba WN Filipina
  • Ini alasan Ratu Kecantikan Myanmar dicopot gelarnya
  • 4 Hal yang dapat memicu perpisahan
  • Jokowi bahas opsi 34 kementerian di kabinet dengan Tim Transisi
  • Ini syarat tim transisi Jokowi jika pesawat kepresidenan dijual
  • Jadi pengantin baru, Adam Levine langsung beli rumah
  • Wah, Microsoft tak sengaja bocorkan kedatangan Windows 9
  • Kasus video porno, mantan Wabup Bogor dijebloskan ke sel
  • Vinovia, Pompeii dari utara yang terancam hilang
  • SHOW MORE