Jelang Ramadan, warga Saudi tajir belanja di London

Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo | Selasa, 3 Juli 2012 19:02

Jelang Ramadan, warga Saudi tajir belanja di London
Salah satu toko yang disambangi para pelancong Arab Saudi menjelang bulan Ramadhan menjual pakaian merek perancang ternama di Ibu Kota London, Inggris. (www.alarabiya.net)

Merdeka.com - Dua minggu menjelang bulan Ramadan, beberapa warga Arab Saudi tajir malah mendatangi Ibu Kota London, Inggris, utamanya buat belanja. Selain itu, alasan mereka menyambangi kota itu lantaran ingin menghindari panasnya udara di Timur Tengah.

Dilansir dari stasiun televisi Al Arabiya, Senin (2/7), warga Saudi tidak hanya bersantai di London tapi juga sembari unjuk kekayaan. Mereka sanggup menghabiskan uang ribuan dolar demi memuaskan hasrat mereka membeli berbagai barang nomor wahid.

Demi menyambut turis Saudi itu, toko emas dan perhiasan di Jalan Bond, penjahit top di West End, dan seluruh hotel bintang lima di London pun berbenah. Para pemilik menginstruksikan seluruh pegawai mereka asal Arab mereka agar menjamu tamu berkocek tebal itu sebaik mungkin.

Kehadiran pelayan berbahasa Arab menjadi penting lantaran bisa membangun kedekatan emosional kepada para turis berkantung tebal itu. Tetapi tentunya para pemilik toko mengharapkan dagangan mereka laris terjual.

Para turis Saudi itu biasa menghabiskan kocek sekitar USD 2.964 atau sekitar Rp 27.7 juta buat membeli satu baju buatan perancang ternama. Sementara orang Inggris dan Amerika Serikat hanya sanggup membayar USD 187 dan USD 858 buat berbelanja pakaian mahal.

Tadinya Ibu Kota Paris menjadi kota favorit para pelancong asal Saudi. Selain tenar dengan ikon Menara Eiffel, keindahan dan suasana romantisnya juga menjadi daya tarik. Tetapi sejak pemerintah Prancis menerapkan larangan mengenakan jilbab, mereka kini lebih memilih London sebagai tempat jalan-jalan.

Selain membeli perhiasan dan baju bermerek, para turis itu juga tidak segan menghamburkan uang buat membeli rumah mewah seharga USD 7.8 juta. "Kunjungan menjelang Ramadan saat ini merupakan fenomena," kata Jace Tyrrell dari New West End Company. Menurut dia banyak toko meraup laba jutaan dollar meski berbagai barang dengan itu dijual dengan harga mahal.

[fas]

Komentar Anda


Suka artikel ini ?
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

KUMPULAN BERITA
# Arab Saudi# Inggris

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya





Be Smart, Read More
Back to the top
Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Politikus PDIP marah Pemerintahan Jokowi diprediksi berumur pendek
  • Damkar terjunkan 20 unit mobil padamkan kebakaran pasar di Cipayung
  • Pasangan kembar ini dijuluki paling mirip sedunia
  • Direksi KAI blusukan pantau arus mudik Lebaran
  • Ini harga dan spesifikasi empat model Zenfone 2
  • Butuh pimpinan kompeten, KPK minta pemerintah segera bentuk pansel
  • Lenovo A6000 Plus dirilis, usung harga Rp 1,5 jutaan
  • [FOTO] Pacar Yuri SNSD langsung jadi buronan no 1 di Korea
  • Usut kasus HAM, pemerintah bentuk tim khusus
  • Siang bolong perampok tembak pengendara di Depok, motor & duit raib
  • SHOW MORE