Inggris dan Prancis bakal batasi penyembelihan cara Islam

Reporter : Ardyan Mohamad | Senin, 26 Maret 2012 10:46

Inggris dan Prancis bakal batasi penyembelihan cara Islam
Pedagang daging sapi di Pasar kebayoran Lama, Jakarta Selatan, (19/30). (merdeka.com/Dwi Narwoko)

Merdeka.com - Perbedaan budaya soal penyembelihan hewan ternak bikin halal jadi haram. Terbukti, pemerintah Inggris dan Prancis berencana membatasi cara penyembelihan ala Islam.

Stasiun televisi Al-Arabiya melaporkan, Senin (26/3), Perdana Menteri Inggris David Cameron berencana mengusulkan ke parlemen supaya daging halal cara Islam dibatasi peredarannya. Bila pun masih dijual bebas, Cameron ingin supaya daging-daging itu diberi label cara menyembelih. Pemerintah Prancis berupaya melakukan kebijakan serupa. Alasannya, daging halal itu kini dituding membanjiri pasar. Menurut Perdana Menteri Prancis Francois Fillon, warga non-muslim harus tahu cara penyembelihan daging yang mereka konsumsi.

Masyarakat di dua negara besar Eropa itu mempermasalahkan daging halal karena cara penyembelihannya. Mereka dan banyak pegiat hak binatang beranggapan tata cara kurban Islam sangat kejam karena menggorok hewan hidup-hidup.

Hukum Islam mewajibkan jagal muslim membunuh hewan tanpa rasa sakit dengan menggorok leher ternak pakai pisau tajam. Metode ini berbeda dari cara yang lazim di kebanyakan negara Benua Biru itu. Jagal Eropa biasanya menembak ternak pakai pistol kejut sebelum menyembelihnya.

Anggota Dewan Muslim Inggris Dr. Majid Katme menganggap rencana pemerintahnya sebagai wujud ketidakpahaman atas tradisi penyembelihan halal. Dia malah heran mengapa teknik penggorokan dianggap kejam. "Menggorok leher ternak dalam ajaran Islam harus menciptakan kematian cepat dan tidak menyakitkan," kata Katme.

Seorang jemaah di Masjid Jami'London yang diwawancara radio BBC beranggapan masyarakat Inggris sedang ketakutan dengan segala hal berbau Islam. Imbasnya, daging halal yang biasanya tidak dipermasalahkan kini dianggap tindakan kejam.

Sebaliknya di Prancis, rencana Presiden Nicolas Sarkozy membatasi peredaran daging halal dinilai pengamat sebagai kebijakan politis. Alasannya, bersikap keras pada masyarakat muslim minoritas akan meningkatkan citra pemerintah di kalangan warga kulit putih. Penduduk Prancis dari etnis mayoritas sedang terpecah akibat perbedaan pandangan menyikapi semakin membanjirnya imigran dari negara-negara muslim.

Isu semua daging yang dikonsumsi warga Prancis berasal dari cara penyembelihan ala Islam dilontarkan oleh kandidat presiden dari partai sayap kanan Marine Le Pen. Dia menyatakan penyediaan daging halal sebaiknya dilakoni kalangan Islam sendiri, tanpa melibatkan warga Prancis lainnya. Pembatasan serupa bakal menimpa kepercayaan Yahudi yang juga memiliki tata cara penyembelihan hewan.

[fas]

Komentar Anda


Suka artikel ini ?
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya





Be Smart, Read More
Back to the top
Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Pemprov Jateng belum terbuka soal informasi, Ganjar disentil KIP
  • Ini permintaan terakhir terpidana mati Silvester Obiekwe
  • Ketua DPRD DKI terobos garis polisi temui penyidik Bareskrim
  • Gara-gara gorengan, brigadir polisi pengedar uang palsu dibekuk
  • Usai John Key ditangkap, persaingan geng masih subur di Bekasi
  • Papa dekat dengan wanita, Verrell Bramasta lakukan investigasi
  • Kuasa hukum sebut Silvester sudah pasrah jalani eksekusi mati
  • Verrell Bramasta masih berharap orangtua rujuk
  • SMA Muhammadiyah: Siswi kami jilbab semua, masak ikut pesta bikini
  • Tak diajak pembahasan, Fraksi PDIP tetap setuju gedung baru DPR
  • SHOW MORE