Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Indonesia dorong OKI kirim pasukan ke Suriah

Indonesia dorong OKI kirim pasukan ke Suriah Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa saat mengikuti rapat dengar pendapat di DPR. (merdeka.com/dok)

Merdeka.com - Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa sejak kemarin menghadiri pertemuan darurat Organisasi Konferensi Islam (OKI) di Kota Mekkah, Arab Saudi. Menjelang forum membahas Suriah hari ini, dia mendorong organisasi negara-negara Islam ini tidak ragu mengirim pasukan perdamaian ke negeri dilanda perang saudara itu.

Marty mengharapkan forum OKI kali ini bisa menghasilkan langkah kongkret untuk menyelesaikan kekerasan Suriah, yaitu mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengirim pasukan perdamaian sesuai Piagam PBB. “OKI harus menyampaikan pesan agar Dewan Keamanan PBB dapat segera bertindak menghentikan kekerasan di Suriah, jika perlu menggunakan pasal 7 Piagam PBB (intervensi militer untuk masalah kemanusiaan),” ujar Marty dalam siaran pers diterima merdeka.com, Selasa (14/8).

OKI menggelar pertemuan tingkat menteri selama 14-15 Agustus 2012. Dua isu utama dibahas dalam forum ini adalah kekerasan di Suriah dan Myanmar, terkait warga minoritas muslim Rohingya.

Selain solusi mengirim pasukan keamanan untuk menghentikan kekerasan merugikan warga sipil, Marty menyatakan OKI akan memberi sanksi tambahan bagi rezim Presiden Basyar al-Assad. "Kita akan membahas kemungkinan pembekuan keanggotaaan Suriah di OKI," kata dia awal bulan lalu kepada wartawan di Kementerian Luar Negeri.

Hingga kini, pertempuran di Ibu Kota Damaskus antara Tentara Pembebas Suriah (FSA) dan serdadu pemerintah masih berlangsung. Bahkan titik pusat peperangan kini telah beralih ke kota terbesar kedua di negara itu, Aleppo.

Sejak konflik bersenjata meletup Maret tahun lalu, Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan sekitar 20 ribu orang tewas dan lebih dari sejuta lainnya mengungsi. Perang ini diperkirakan tidak lama lagi berakhir sebab banyak tangan kanan Presiden Basyar al-Assad, mulai dari jenderal, duta besar, dan kuasa usaha di pelbagai negara mulai membelot. (mdk/fas)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP