HAM: Kekerasan terhadap muslim di Myanmar kesalahan pemerintah

Reporter : Vincent Asido Panggabean | Sabtu, 31 Agustus 2013 12:26




HAM: Kekerasan terhadap muslim di Myanmar kesalahan pemerintah
Bentrokan Myanmar. youtube.com

Merdeka.com - Kelompok Dokter untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di New York mengatakan insiden pembunuhan dilakukan kelompok Buddha terhadap warga muslim di Myanmar dengan bebas terjadi karena pemerintah gagal menghentikan serangan-serangan yang ada. Pernyataan ini muncul di tengah serangan terbaru yang membuat banyak warga muslim kehilangan rumah.

Selama tahun lalu, insiden bentrokan tersebar di seantero negara mayoritas beragama Buddha itu. Kekerasan juga telah menyebabkan lebih dari 240 orang tewas, di mana sebagian besar adalah kaum muslim, seperti dilansir situs the Huffington Post, Jumat (30/8).

Polisi mengatakan sekelompok massa, yang diperkirakan sekitar seribu warga Buddha, membakar lebih dari 35 rumah warga muslim dan belasan toko pada 24 Agustus lalu di Kota Kanbalu, di Distrik Shewbo, Wilayah Sagaing, setelah mendengar desas-desus bahwa seorang pria muslim melakukan serangan seksual terhadap seorang wanita muda Buddha.

Polisi menangkap seorang pria muslim, tetapi menolak permintaan massa untuk menyerahkan tersangka, yang akhirnya memicu pembakaran dan penyerangan terhadap rumah-rumah milik warga muslim yang tidak bersalah. Pembakaran juga dilaporkan terjadi terhadap sebuah masjid.

"Pemerintah Myanmar harus melakukan sebuah upaya untuk memungkinkan penyelidikan terhadap penyalahgunaan ini dengan efektif dan menahan para pelaku," kata kelompok dokter itu dalam laporannya.

"Jika kondisi ini berlalu tanpa terselesaikan, Myanmar kemungkinan akan menghadapi kekerasan di seluruh negeri pada tingkat bencana, termasuk potensial kejahatan terhadap kemanusiaan atau pembunuhan massal," lanjut laporan itu.

Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk hak asasi manusia, Tomas Quintana, menyelidiki serangan dari kelompok Buddha terhadap warga muslim di pusat Kota Meiktila, di Wilayah Mandalay, selama perjalanan sepuluh hari, yang berakhir pada 21 Agustus lalu.

Penduduk menuduh Quintana berat sebelah terhadap keterlibatan kelompok Buddha dalam bentrokan di Meiktila, yang terjadi pada Maret lalu, dan pemerintah menyangkal klaim dia.

Pengalaman Quintana memberikan dia wawasan terhadap perasaan ketakukan warga muslim ketika dikejar oleh kekerasan massa yang marah, yang mengakibatkan 43 orang tewas.

Warga muslim di Negara Bagian Rakhine dari etnis Rohingya menggambarkan diri mereka sebagai warga negara yang teraniaya karena mereka menjadi kelompok minoritas, yang bersaing dengan umat Buddha di daerah miskin.

Kelompok militan Buddha dan pemerintah bersikeras bahwa etnis Rohingya bukan warga negara Myanmar, tapi sebaliknya merupakan warga muslim dari etnis Bengali yang secara ilegal bermigrasi dari negara tetangga Bangladesh selama beberapa dekade terakhir.

[fas]

KUMPULAN BERITA
# Konflik Myanmar

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top


Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER
TOP 10 NEWS
LATEST UPDATE
  • Ini alasan Prabowo tak bawa berkas pakai 15 mobil lapis baja
  • Naya Rivera 'GLEE' akhirnya menikah dengan sahabat sendiri
  • Nasdem soal menteri Jokowi: Diajak syukur, enggak juga gapapa
  • Unjuk rasa menentang Israel di Tepi Barat, dua tewas
  • CT tegaskan pelabuhan merak sudah tidak layak
  • Diguyur hujan, jalur Plelen di Alas Roban tertimbun longsor
  • Ini alasan Prabowo-Hatta hanya melintas dan tak masuk Gedung MK
  • Tenangkan pikiran, Jokowi makan sate dan tengkleng di Solo
  • Juventus resmi dapatkan Pereyra
  • Banyak wanita tak sadari tingginya risiko penyakit jantung!
  • SHOW MORE