Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gara-gara sperma, wanita California tuntut FDA

Gara-gara sperma, wanita California tuntut FDA Ilustrasi sperma. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Seorang wanita asal Oakland, California menuntut FDA (Food and Drug Administration) dan departemen kesehatan di Amerika karena tak mengizinkan donor sperma secara pribadi.

Wanita bernama Jane Doe ini mengaku keberatan atas ketentuan FDA yang menyatakan bahwa semua bentuk donasi sperma harus dilakukan melalui persetujuan FDA dengan menunjuk salah satu ahli kesehatan atau bank sperma.

Doe menuntut hak untuk melakukan inseminasi buatan dengan donor pilihannya sendiri yang telah bersedia, tanpa membayar, dan tanpa perantara medis atau bank sperma profesional. Wanita ini tak ingin menggunakan pelayanan pemerintah karena dinilai memberatkan dan mahal.

"FDA melarang setiap orang menyumbangkan sperma secara pribadi untuk inseminasi buatan, tanpa adanya persyaratan lengkap dan peraturan yang mahal dan memberatkan," katanya, seperti dilansir oleh Courthouse News Service (05/07).

"Persyaratan ini berlaku meski seseorang secara sukarela menyumbangkan sperma langsung pada pasangannya. Ini jelas melanggar hak warga dalam hal kebebasan mendonorkan dan menerima sperma," tambahnya.

Doe yang seorang lesbian mengaku bahwa dirinya tak akan memiliki hubungan seksual dengan pria. Doe ingin hamil dan memilih orang yang bersedia mendonorkan sperma segar untuk inseminasi buatan.

Doe menyatakan bahwa dia ingin mendapatkan sperma dari orang yang telah dikenalnya dengan baik. Ini dilakukan agar anaknya bisa mengenal siapa ayah biologisnya dan mengembangkan hubungan dengan pria itu. Doe bahkan mengatakan bahwa dia telah melakukan pemantauan medis terhadap pria yang bersedia mendonorkan sperma padanya.

Pria tersebut telah bersedia melakukan inseminasi buatan pada tanggal yang mereka sepakati dan cara yang mereka setujui bersama. Tak ada halangan, kecuali peraturan FDA yang melarang adanya pendonoran sperma secara bebas dan tidak resmi pada bank sperma.

Sebenarnya Doe pernah melakukan inseminasi buatan dan hamil. Namun kehamilan itu tidak bertahan lama. Sekarang, ketika dia ingin melakukannya lagi, FDA melarangnya kecuali dia menggunakan perantara medis atau bank sperma.

Selain karena harganya yang mahal, Doe mengaku tak menyukai ide bahwa sperma yang digunakannya adalah milik orang yang tak dikenal dan telah dibekukan selama enam bulan. Doe menginginkan sperma segar dari orang yang sudah dikenalnya dengan baik.

Bagaimana menurut Anda tentang kasus ini? Apakah Anda ada di pihak Doe, atau FDA? (mdk/kun)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP