Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

ElBaradei usul pemilu presiden Mesir dibatalkan

ElBaradei usul pemilu presiden Mesir dibatalkan Muhammad ElBaradei saat diwawancarai Reuters di Ibu Kota Wina, Austria, akhir November 2009. (/Herwig Prammer/Reuters)

Merdeka.com - Tokoh politik terkemuka Mesir, Muhammad ElBaradei, menyerukan pemilihan presiden dibatalkan. Dia menilai calon presiden Ahmad Safiq tidak layak maju.

Safiq, perdana menteri semasa rezim Husni Mubarak, bersama calon presiden dari Ikhwanul Mjuslimin, Muhammad Mursi, maju ke putaran kedua bakal digelar pertengahan bulan ini.

Surat kabar Al-Masry al-Youm melaporkan, Rabu (6/6), ElBaradei menganggap kubu reformis harus membatalkan pemilihan presiden. Dia juga mengingatkan status calon presiden Ahmad Safiq bermasalah. "Legitimasi salah satu kandidat presiden jelas-jelas meragukan. Pemilihan umum sepatutnya dibatalkan," ujar dia dalam jumpa pers di Ibu Kota Kairo tadi malam.

Parlemen Mesir yang kini dikuasai kaum muslim progresif sudah melarang Safiq mencalonkan diri dalam pemilihan presiden dengan alasan syarat administrasinya tidak lengkap. Tetapi, komisi pemilihan umum yang dikepalai mantan pejabat militer menerima pengajuan banding Safiq.

ElBaradei sekaligus mengajak rakyat fokus menyusun konstitusi baru, bukan malah terjebak hingar bingar pemilihan. "Segenap rakyat Mesir sebaiknya fokus dulu menyusun konstitusi," kata mantan direktur jenderal Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) ini.

Saat ini, kubu reformis bersitegang dengan junta militer. Sebab, pihak tentara memberi ultimatum pada parlemen agar segera merampungkan konstitusi baru, terutama soal daerah pemilihan. Bila sampai besok tenggat itu tak tercapai, junta mengancam bakal kembali ke Undang-undang Dasar 1971.

Kemarin, Kekuatan politik pemenang pemilu seperti Partai Kebebasan dan Keadilan, Aliansi Sosialis, dan Serikat Muda Maspero,menggelar unjuk rasa. Ribuan orang menamakan diri Apel Akbar Jutaan Manusia itu menduduki Lapangan Tahrir.

Mereka menuding militer masih berhasrat menguasai Mesir. Mereka mengecam sekaligus menganggap hukuman seumur hidup buat mantan Presiden Husni Mubarak tidak sesuai amanat revolusi.

                (mdk/fas)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP