Edward Snowden tidak aman di Hong Kong

Reporter : Pandasurya Wijaya | Rabu, 12 Juni 2013 10:32

Edward Snowden tidak aman di Hong Kong
Edward Snowden. ©theguardian

Merdeka.com - Direktur lembaga pembela hak asasi Human Right Watch (HRW) Peter Bouckaert mengatakan pembocor rahasia Amerika Serikat Edward Snowden tidak aman di Hong Kong.


Peter mengingatkan pihak berwenang Hong Kong pernah bekerja sama dengan CIA di masa lalu untuk menyingkirkan musuh Amerika, seperti dilansir surat kabar the Guardian, Rabu (12/6).

"Kemungkinannya kecil untuk meyakini pihak berwenang Hong Kong tidak mau bekerja sama dengan CIA," kata Bouckaert.

Peter menyebutkan setelah jatuhnya rezim Muammar Qadafi di Libya pernah ditemukan berkas dokumen di Tripoli yang menandakan pihak berwenang Hong Kong bekerja sama dengan CIA untuk mendukung kelompok militan Islam anti-Qadafi.

Snowden mengatakan dia memilih Hong Kong sebagai tempat membuka rahasia sekaligus identitasnya dalam wawancara dengan the Guardian awal pekan ini. Alasannya, kata dia, karena Hong Kong menjunjung tinggi dan melindungi semangat kebebasan berpendapat dan berpolitik.

Dia juga meyakini Hong Kong adalah salah satu dari sedikit tempat di dunia yang mampu menolak dikte pemerintah Amerika.

Tapi Bouckaert menyatakan Snowden keliru.

"Saat ini reputasi Hong Kong sebagai tempat di mana kebebasan berpendapat dilindungi sudah semakin menurun," kata dia.

Snowden saat ini berada di Hong Kong. Senin lalu dia pindah ke sebuah hotel baru di lokasi yang tidak diketahui. Snowden menyatakan dia berencana meminta suaka ke Hong Kong atau Islandia.

"Tujuan saya adalah mencari suaka di negara yang mau saling berbagi nilai-nilai. Negara yang saya maksud adalah Islandia. Mereka melindungi orang-orang yang membela kebebasan di Internet," kata dia.

[fas]

Rekomendasi Pilihan


Komentar Anda



BE SMART, READ MORE