Dukungan kudeta militer muncul di Mesir

Reporter : Vincent Asido Panggabean | Senin, 11 Maret 2013 16:35

Dukungan kudeta militer muncul di Mesir
Demo Mesir. REUTERS

Merdeka.com - Beberapa bulan lalu, warga Mesir menyerukan agar pemerintahan militer tidak boleh berkuasa. Namun, dua hari lalu, banyak orang menyatakan bahwa kudeta militer mungkin bisa menjadi langkah terbaik untuk memulihkan keadaan.

"Pemerintahan militer memang buruk, namun mereka lebih baik. Di mana negara, di mana menteri dalam negeri, atau pemerintah. Di mana keputusan untuk melindungi kepentingan rakyat," kata seorang warga, Ahmad Abdul Fattah, seperti dilansir surat kabar the New York Times, Minggu (10/3). Dia menyebut militer Mesir memang harus mengambil alih keamanan sampai polisi telah siap.

Meski pernyataan kudeta militer tidak diserukan semua orang dan belum terlihat tanda-tanda kudeta akan dilakukan, namun seruan agar pihak militer campur tangan mulai memuncak, terutama di kalangan penentang pemerintahan Islam yang telah mendominasi selepas lengsernya Husni Mubarak. Ini lantaran warga melihat militer bisa menjadi solusi untuk menjamin keamanan masyarakat.

Di Kota Pord Said kerusuhan telah meluas setelah polisi kehilangan kendali sejak satu bulan lalu. Hal ini membuat militer Mesir mengambil alih keamanan kota.

Kerusuhan terjadi setelah pengadilan Mesir dua hari lalu menjatuhkan hukuman mati terhadap 21 pendukung sepak bola Port Said. Keputusan ini dituding menjadi pemicu kerusuhan yang menewaskan 74 orang.

Pengadilan Mesir juga menjatuhi hukuman penjara bagi 20 suporter lainnya dan membebaskan tujuh polisi dalam kejadian kerusuhan itu. Lima orang dijatuhi hukuman seumur hidup dan sepuluh lainnya dipenjara 15 tahun.

Korban tewas dalam kerusuhan tahun lalu itu kebanyakan anggota klub penggemar sepak bola bernama Ultras yang mendukung kesebelasan al-Masry di Kota Port Said.

Dua polisi senior juga dihukum 15 tahun penjara, termasuk mantan kepala Polisi Jenderal Essam Samak dan Brigadir Jenderal Muhammad Saad.

Peristiwa itu terjadi pada 1 Februari 2012 ketika pertandingan sepak bola final antara al-Masry dan al-Ahly, klub sepak bola bermarkas di Ibu Kota Kairo.

[fas]

Komentar Anda


Suka artikel ini ?
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

KUMPULAN BERITA
# Mesir

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya





BE SMART, READ MORE
Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • [Part 3] Menyusul cinta hingga ke liang lahat
  • IPW minta Jokowi copot Jaksa Agung dan Menkum HAM
  • Tinggal serumah dengan Lembu, Masayu: Tanya sama orangnya deh
  • Patah hati bikin sakit jantung? Ini buktinya!
  • Polrestabes Surabaya selidiki gambar dianggap porno di gerai KFC
  • Penyadapan harus izin, Dewan Pengawas bikin tambah rumit KPK
  • Sebut banyak lapangan pekerjaan, pemerintah dinilai pepesan kosong
  • Properti Expo 2016 tawarkan cicilan mulai Rp 800.000 per bulan
  • Ical sebut Munaslub akan putuskan Golkar bergabung pemerintah
  • Lima alasan presiden wajib tolak revisi Undang-undang KPK
  • SHOW MORE