Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Diduga berzina, gadis Mesir harus jalani tes keperawanan

Diduga berzina, gadis Mesir harus jalani tes keperawanan Ali Wanis, anggota parlemen Mesir dari kelompok Salafi yang dituduh berzinah. (Naharnet)

Merdeka.com - Seorang jaksa di mesir memerintah Nisrin, 19 tahun, menjalani tes keperawanan setelah muncul dugaan dia berzinah dengan Ali Wanis, anggota parlemen dari kelompok Salafi.

Mengutip situs berita Bikya Masr, stasisun televisi Al Arabiya melaporkan, Rabu (13/6), polisi telah menahan Nisrin empat hari buat dimintai keterangan atas kasus itu. Dia diperiksa setelah dilaporkan ketahuan bercinta dengan Wanis yang juga ulama. Percintaan itu berlangsung di dalam mobil, Kamis malam, di tengah jalan tol Kairo-Alexandria.

Pihak kejaksaan hingga kini masih membiarkan Wanis berkeliaran. Dia tak bisa dimintai keterangan karena status kebal hukum sebagai anggota parlemen.

Namun dia membantah bercinta dengan mahasiswi itu. Dia mengungkapkan Nisrin tunangannya. Dia menegaskan ketika ketahuan oleh polisi, dia sedang membasahi wajah Nisrin lantaran sakit.

Pekan lalu, parlemen Mesir menyatakan akan mencabut status kebal hukum Wanis akan dia dapat diinterogasi. Namun hingga kini pengumuman soal itu belum keluar.

Perintah tes keperawanan menjadi isu kontroversial sejak awal tahun ini setelah seorang pegiat perempuan mengungkapkan banyak perempuan yang ditahan semasa revolusi tahun lalu menjalani uji keperawanan. Pengadilan mesir akhir tahun lalu memerintahkan tes keperawanan terhadap para tahanan perempuan semasa rezim Husni Mubarak dibatalkan.

Amnesty International pada Desember tahun lalu meminta tes keperawanan terhadap pegiat perempuan pernah ditahan oleh rezim Mubarak dihapus. "Pemerintah Mesir mesti mengecam cara-cara diskriminatif, melecehkan, dan menghina ini." (mdk/fas)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP