Bongkar pasang anggota OKI

Reporter : Ardini Maharani | Rabu, 6 Februari 2013 11:12




Bongkar pasang anggota OKI
Organisasi Kerja Sama Islam ke-12 di Ibu Kota Kairo Mesir. Reuters.dok ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Bukan hanya pengamat memberikan pandangan miring pada Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) sebab lemah isu global. Dari dalam tubuh OKI bermunculan masalah. Anggota mereka pun tidak luput dari konflik.

Kekerasan Suriah, agresi Israel ke Palestina, konflik Mesri, nuklir Iran, dan pembantaian etnis muslim Rohingya menjadi bahasan khusus, seperti dilansir stasiun televisi NBC (5/2).

Dari 57 negara anggota OKI tidak ada yang tidak bermasalah dalam maupun hubungan antar negara dengan non-anggota OKI. Afghanistan, Pakistan, Somalia, Sudan, Suriah, Bangladesh, Uganda, Irak, Iran, beberapa nama paling sering mengguncang sejagat lewat sejumlah peristiwa teror menakutkan. Baru-baru ini empat orang tewas setelah sebelumnya tiga pekan lalu selusin meninggal sebab bom mobil hangat terjadi di Irak.

OKI memberlakukan disiplin setengah hati pada anggotanya berdasarkan situasi politik. Afghanistan pernah diskors lantaran terjadi konflik besar antara kelompok Taliban dengan pemerintah dimenangkan oleh Taliban. Negara ini tidak dapat mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) OKI dan bantuan-batuan diputus sementara kurun waktu 1980-1989.

Mesir juga pernah mengalami skorsing zaman perpindahan kekuasaan dari pemimpin boneka Sufi Abu Taleb ke mantan presiden Husni Mubarak. Secara terang-terangan mengundurkan diri dan menyatakan OKI tidak memiliki manfaat yakni Zanzibar. Negara ini memutuskan mengundurkan diri dari OKI pada 1993 dan menuding OKI hanya konsentrasi pada masalah politik, padahal ekonomi, sosial, budaya juga penting.

Bukannya terisolasi sebab memutuskan hubungan dengan banyak negara OKI, Zanzibar malah menjadi negara dengan tingkat perkembangan kesejahteraan yang mumpuni di antara wilayah Afrika lain. Mereka memperbaiki negaranya sedikit demi sedikit. Tidak ada lagi perbudakan di Zanzibar. Masyarakat hidup dari hasil rempah dan pariwisata sebab negara ini punya pantai-pantai eksotis di dunia.

Negara pengamat pun tidak terlalu aktif kecuali Rusia. Ibu Kota Moskow membuktikan keberpihakan mereka pada banyak negara Islam dengan menjalin kerjasama eksklusif sesama pemerintahan. Negeri Beruang Merah ini setia pada pemerintahan rezim Basyar al-Assad, Suriah. Mereka mendukung nuklir Iran, mengakui kedaulatan Palestina. Rusia mengakui ini satu-satunya langkah mengerem barat yang terlalu ikut campur urusan Timur Tengah.

Sayangnya bukan hanya anggota OKI merasa organisasi ini tidak akan berhasil selama di tubuh OKI tidak diadakan restrukturisasi maupun program jelas ke depannya. Di luar banyak masyarakat mulai anti-Islam. Kedatangan para pemimpin dunia muslim disambut dengan demonstrasi besar-besaran di Ibu Kota Kairo. Ini membuktikan OKI memang sudah harus berbenah diri.

[din]

KUMPULAN BERITA
# Mesir

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Jokowi disebut miliki indra keenam
  • Mantan Sekda Aceh Tenggara jadi terdakwa korupsi
  • Review: palu West Ham hantam The Citizens
  • Pekanbaru marak pencurian, polisi kerahkan tim pemburu preman
  • Ahmad Dhani, Al, El dan Safeea serba putih di resepsi Raffi Ahmad
  • Penampakan awal karir Miranda Kerr, seperti apa?
  • Besok Bandung gelar street festival, hindari kawasan Gasibu
  • Pesan Raffi Ahmad untuk Olga Syahputra di pernikahannya
  • Jokowi minta media setop spekulasi tanda merah & kuning dari KPK
  • Jokowi belum akan tetapkan Hari Santri pada 1 Muharram ini
  • SHOW MORE