Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bayang-bayang Revolusi 1979 dalam unjuk rasa di Iran

Bayang-bayang Revolusi 1979 dalam unjuk rasa di Iran unjuk rasa di iran. ©Anadolu

Merdeka.com - Unjuk rasa yang terjadi di Iran dalam sepekan terakhir sedikitnya menewaskan 20 orang, termasuk anggota polisi. Massa dikatakan menuntut perbaikan ekonomi karena harga-harga melonjak dan kesenjangan kian lebar. Mereka juga meneriakkan slogan anti-kebijakan luar negeri karena Iran selama ini menghabiskan dana besar untuk terlibat dalam konflik di Suriah, Irak, Libanon.

Pemerintah menanggapi protes itu dengan mengatakan siapa pun yang berbuat rusuh akan ditindak dan bisa diancam hukuman mati.

Apa yang terjadi di Iran saat ini mengingatkan orang pada demonstrasi besar ketika 1999 dan 2009. Unjuk rasa pada tahun itu menyerukan reformasi dari apa yang sudah tertanam sejak 1979 ketika Revolusi Iran pertama kali meletus. Demo saat ini rakyat menyerukan perbaikan ekonomi dan menginginkan tatanan kepemimpinan mullah (tokoh pemimpin agama) digulingkan.

Dilansir dari laman India Express, Senin (1/1), sejumlah laporan dari Iran menyebutkan massa tidak lagi menekankan reformasi tapi menginginkan kepemimpinan mullah segera tumbang. Meski awalnya demo ini dipicu masalah ekonomi, namun dengan cepat pengunjuk rasa juga menuntut perbaikan politik di seantero Iran.

Di antara slogan protes, mereka meneriakkan 'Matilah Khamenei' yang artinya mereka ingin kepemimpinan agama segera berakhir dan yang cukup mengejutkan ada slogan menyerukan dukungan kepada monarki pada 1979 lalu.

Empat dekade lalu pada 1979 Revolusi Iran dipimpin oleh Ayatullah Khomeini yang akhirnya berkuasa dengan menggulingkan dinasti rezim monarki Muhammad Reza Pahlevi.

Kubu revolusioner dipimpin Khomeini menuding rezim Pahlevi sudah sangat kebarat-baratan, meninggalkan nilai-nilai Islam, kesenjangan ekonomi meluas dan represif. Khomenei berhasil menumbangkan Pahlevi dan menerapkan ajaran Islam ketat dalam kehidupan sehari-hari seperti mewajibkan perempuan berhijab, melarang kaum hawa menonton pertandingan olah raga ke stadion dan seterusnya.Revolusi 1979 disebut-sebut mengubah wajah Timur Tengah secara khusus dan dunia secara umum.

Teriakan-teriakan massa pendemo yang juga tak kalah mengejutkan adalah kecaman terhadap 'Arabisasi' di Iran dan mereka menuntut bentuk negara Republik tidak berdasarkan Islam melainkan 'nasionalisme Iran'. Meski informasi ini belum diyakini kebenarannya, slogan-slogan semacam ini termasuk serangkaian tuntutan massa yang ingin menumbangkan legitimasi Revolusi Iran yang diterapkan sejak 1979.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP