AS kirim kapal perang ke Laut China Selatan, Beijing meradang
Merdeka.com - Angkatan Laut Amerika Serikat sudah mengirim kapal perusak mereka yang dilengkapi dengan peluncur rudal ke wilayah 12 mil laut, atau sekitar 19 kilometer dari pulau buatan China di Laut China Selatan. Langkah ini merupakan cara AS menantang klaim China di salah satu jalur laut tersibuk itu.
Reuters melaporkan, hal tersebut diungkapkan oleh pejabat pertahanan AS. Kapal perusak USS Lassen ini telah berlayar dekat Karang Subi dan Mischief, di Kepulauan Spratly, pulau buatan China yang dibuat dengan cara dikeruk sejak 2014.
"Operasi telah dimulai, dan akan menyeluruh dalam beberapa jam mendatang, misi ini akan dimulai dalam rangkaian awal tantangan kepada teritorial China dalam klaim mereka di sebuah jalur laut tersibuk di dunia," sebut pejabat terkait tak disebutkan namanya.
Rangkaian tim Negeri Paman Sam yang akan datang lainnya yaitu pesawat pemantau Angkatan Laut P-8A , dan mungkin diikuti pesawat P-3 dalam misi pengintaian di daerah tersebut. Hal ini pasti membuat China semakin geram, pasalnya Negeri Tirai Bambu ini tidak pernah mengizinkan siapapun melewati teritorial Spratly.
Menteri Luar Negeri China, Wang Yi mengatakan, akan memeriksa kembali apakah benar kapal AS telah masuk mendekat dalam zona 12 mil. Jika terbukti, China menyarankan agar AS berpikir dua kali agar tidak membuat masalah, seperti dikutip dari Kementerian Luar Negeri China.
"China akan menindak lanjuti negara mana pun yang melakukan provokasi. Kami akan terus-menerus memonitor pergerakan di laut dan udara, serta akan mengambil setiap langkah yang dibutuhkan untuk melindungi wilayah kami," ujar Menlu China.
Patroli tambahan juga rencananya akan dilakukan dalam beberapa pekan mendatang. Tak menutup kemungkinan, patroli ini akan dilakukan di sekitar wilayah Spratly yang juga diklaim Vietnam dan Filipina.
Sementara itu, Juru Bicara Gedung Putih, Josh Earnest, menolak berkomentar apa pun mengenai hal ini, dan menyerahkannya kepada Pentagon. Walau pun demikian, Earnest mengatakan AS akan terus menilai pentingnya arus perdagangan bebas di Laut China Selatan kepada Negara Tirai Bambu itu.
China mengklaim sebagian besar Laut China Selatan, yang menjadi jalur perdagangan dunia senilai lebih dari US$5 triliun (setara Rp 68,1 triliun) setiap tahunnya. Vietnam, Malaysia, Brunei, Filipina, dan Taiwan juga turut memiliki klaim di perairan ini. (mdk/ard)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya