Aktor tidak pakai kondom, produsen film porno Amerika dituntut

Reporter : Vincent Asido Panggabean | Rabu, 20 Maret 2013 14:23




Aktor tidak pakai kondom, produsen film porno Amerika dituntut
film porno. ©2012 mimiforum.cz

Merdeka.com - Organisasi nirlaba yang mendukung pencegahan penyakit AIDS asal Kota Los Angeles, Negara Bagian California, Amerika Serikat, the AIDS Healthcare Foundation (AHF), kemarin menyatakan pihaknya akan menuntut produsen film porno, Immoral Productions, sebab diduga telah melanggar peraturan yang ditetapkan dewan Kota Los Angeles, di mana setiap produsen film porno mengharuskan para aktornya menggunakan kondom saat melakukan adegan seks.

Situs asiaone.com melaporkan, Rabu (20/3), AHF menuduh Immoral Productions telah melanggar peraturan Measure B atau Seks Aman Dalam Industri Film Dewasa yang disahkan oleh anggota dewan Kota Los Angeles pada 6 November tahun lalu.

Presiden AHF, Michael Weinstein, menjelaskan pihaknya mengetahui hal ini setelah dirinya mendapat sebuah surat dari pengirim tidak disebutkan identitasnya yang menuding bahwa sebuah produsen film porno telah membiarkan aktornya tidak menggunakan kondom saat melakuan adegan seks.

Alhasil, dia menyebut, pihaknya langsung mengecek video yang diunggah di Internet itu untuk menguji apakah benar saat adegan aktor di film itu tidak menggunakan kondom.

"Pelanggaran peraturan ini bahkan terekam dan disiarkan secara langsung," kata Weinstein. "Tetapi, yang menjadi pertanyaan di sini adalah apakah dewan kota akan mengambil langkah hukum atas tindakan ini."

Saat ini, pihak Immoral Productions belum memberikan pernyataan terkait masalah itu.

Pada November tahun lalu, 56 persen anggota dewan Kota Los Angeles menginginkan agar dibuatnya peraturan penggunaan kondom bagi aktor yang berkecimpung di industri film porno yang disebut Measure B. Namun, tiga bulan lalu, sebuah kelompok produsen film porno yang berbasis di Wilayah San Fernando Valley, sebelah utara Los Angeles, mengajukan gugatan untuk melawan dan menuntut dewan kota atas penetapan peraturan itu.

Saat itu, perusahaan film porno Vivid Entertainment, Califa Productions, bintang porno Kayden Kross, dan Logan Pierce, mengklaim bahwa setiap industri film porno sudah memiliki regulasi yang cukup untuk melindungi para aktornya terhadap penyebaran HIV/AIDS dan penyakit menular lainnya. Mereka juga menyatakan peraturan itu telah melanggar Amandemen Pertama sebab telah mengekang kebebasan berekspresi.

[fas]

KUMPULAN BERITA
# Pornografi

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Ruhut sindir Cak Imin, ngotot jadi menteri tapi kena tanda merah
  • Mayat perempuan di tol Medan-Belawan ternyata calon pengantin
  • Angkot terbakar di perempatan Kalibata, lalu lintas macet
  • Perppu SBY jadi pertimbangan MK tolak 5 gugatan UU Pilkada
  • Segera, masuk Twitter tak perlu password
  • Andi berkelit Jokowi ke rumah Mega usai batal ke Tanjung Priok
  • Thailand bakal selenggarakan MotoGP di 2016, Indonesia kapan?
  • Pukat UGM sebut pembangunan Pasar Soekarno terindikasi korupsi
  • Parpol pendukung Jokowi sudah puas pembagian jatah menteri
  • Pasar sudah antisipasi lambannya pengumuman menteri Jokowi
  • SHOW MORE