14 remaja dibunuh karena berdandan emo
Merdeka.com - Emo adalah aliran musik semi punk-rock berasal dari Amerika Serikat yang lahir sekitar tahun 1980an. Penganut genre musik ini memiliki dandanan atau style yang berbeda dari musik punk pada umumnya. Mereka sering memakai celana ketat, baju yang didominasi warna hitam, serta kaos dengan logo atau gambar yang menyimbulkan sesuatu. Potongan rambutnya pun terkesan eksentrik dengan cat rambut berwarna cerah serta potongan rambut yang aneh.
Semenjak ditetapkannya undang-undang mengenai larangan pemakaian atribut atau segala hal yang berhubungan dengan penyembahan setan, banyak aliran musik dari barat, khususnya dari Amerika Serikat tidak bisa masuk ke negeri yang dikenal dengan nama negeri seribu satu malam ini. Mereka mengkategorikan musik emo termasuk dalam aliran atau musik setan. Kemarin (11/03), di Baghdad, Irak, 14 remaja dengan dandanan emo dilaporkan meninggal karena dilempari batu. Ke 14 remaja tersebut dibawa ke tiga rumah sakit yang berbeda di Baghdad untuk diotopsi. Menurut Reuters.com, kondisi mereka yang telah dilempari batu tersebut sulit untuk diidentifikasi lagi karena luka yang diderita terutama di daerah wajah terbilang sangat parah.
Sembilan tubuh dari ke 14 remaja tersebut diotopsi di rumah sakit di daerah Sadr, tiga tubuh lainnya, diotopsi di Al-Kindi di daerah Baghdad timur, dan sisanya diotopsi di rumah sakit pusat Baghdad. Dari 14 remaja yang meninggal tersebut, diketahui terdapat dua orang berjenis kelamin perempuan.
Pelaku pelemparan tersebut menamakan diri mereka Brigades of Angers. Mereka mengakui telah melakukan perbuatan tersebut, karena ingin mendukung upaya pemerintah dalam menghapus semua budaya setan di Irak. Sebelum melakukan tindakan tersebut, mereka sempat menyebarkan banyak brosur yang berisi tulisan, "Kami dari Brigades of Angers. Kami memperingatkan kalian untuk tetap menggunakan budaya Irak dan sesuai Islam. Anda akan kami cari dan kami bunuh apabila tidak mengindahkan peringatan kami ini".
Walaupun telah terjadi pelemparan batu yang mengakibatkan meninggalnya 14 remaja tersebut, akan tetapi pihak keamanan Irak mengatakan bahwa mereka sampai detik ini belum menerima laporan resmi mengenai pembunuhan remaja yang menggunakan atribut bergaya emo. "Kami tidak menerima satu laporan pun yang mengatakan telah terjadi pembunuhan remaja berdandan emo baru-baru ini, walaupun banyak media yang merilis berita mengenai ini. Kami tidak bisa bertindak apabila tidak adanya laporan", ungkap salah seorang petugas kepolisian Irak.
Abdul-Raheem al-Rikabi, salah seorang suku syiah mengatakan, "Budaya barat memang tidak diperbolehkan di Irak, akan tetapi, apakah mereka harus dibunuh apabila mereka menggunakan budaya tersebut dalam kehidupan sehari-hari? Hal tersebut seharusnya bisa ditangani secara damai tanpa harus melibatkan tindakan fisik". Hal senada dituliskan Muqtada al-Sadr di dalam situs pribadinya. Dia menulis bahwa emo adalah budaya yang cukup ekstrim dan gila, tapi penganutnya masih bisa ditangani dengan cara yang lebih beradab, dibawa ke ranah hukum misalnya. (mdk/das)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya