Warung militer komando dari Eko Patrio

    Sumber : | Minggu, 24 Juni 2012 15:46

    Warung militer komando dari Eko Patrio
    Eko Patrio: @KapanLagi.com®

    Merdeka.com - Ada yang unik dari warung makan milik pelawak yang juga politisi Partai Amanat Nasional, Eko Patrio. Tidak kesampaian obsesinya untuk menjadi seorang anggota ABRI, dia menuangkan hasratnya ke dalam bisnis kuliner.

    Mengambil konsep milliter, suami Viona itu menamakan warungnya dengan nama Warung Komando. "Habis bingung, mau warung konsepnya sudah ada, kalau yang konsepnya militer belum ada. Mungkin dendam kusumat saya, mau jadi ABRI belum kesampaian. Jadi ya sudah, pakai konsep seperti ini," ujarnya.

    Bukan hanya sekedar nama menggunakan nama Komando, seragam untuk karyawannya pun menggunakan pakaian loreng. Hal tersebut untuk menarik perhatian konsumen. Sejauh ini selama satu minggu buka, pengunjung selalu ramai, bahkan jika menguntungkan, Eko akan membuka cabang. "Alhamdulilllah baru seminggu hampir balik modal, Insya Allah nanti mau buka cabang di luar Jakarta Fair," katanya.

    Meski meraup keuntungan yang banyak di bisnis kuliner, Eko mengaku tidak akan meninggalkan dunia politik. Menurutnya politik dan bisnis kuliner punya kesamaan.

    "Kalau ninggalin dunia politik nggak karena sama-sama menjaga amanat masyarakat. Kalau bisnis seperti ini dan production house nggak akan saya tinggalin, kalau laku seperti ini saya akan buka cabang di luar, saya sudah dapat tempat di Tebet. Saya nggak takut kalau buka di mana pun tempatnya, rasa itu nggak akan ngebohongin," tandasnya (kpl/hen/rea)


    Komentar Anda


    Suka artikel ini ?
    Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


    Be Smart, Read More
    Back to the top
    Today #mTAG
    LATEST UPDATE
  • Ini lho adegan 'panas' yang paling berat di 'DOEA TANDA CINTA'
  • Baru 15 bank daerah gunakan sistem online
  • Tekan angka obesitas di DKI, Ahok bakal gelar lomba maraton
  • Kombes Martinus & Kombes Iqbal saling puji di Sertijab Kabid Humas
  • Terus mangkir, saksi kasus prostitusi artis akan dijemput paksa
  • DEN: Pembangkit listrik tenaga nuklir idealnya dibangun 2100
  • Komisi III sebut Pansel Pimpinan KPK berpotensi tak netral
  • Menkominfo lantik anggota BRTI baru
  • Syura PKB sarankan anggota DPR sedekah ke pengungsi Rohingya
  • Kemendag musnahkan ribuan selang gas abal-abal buatan China
  • SHOW MORE