Saksi bantah pernyataan CCM tentang sikap buruk Hwayoung

Sumber : | Rabu, 1 Agustus 2012 05:25




Saksi bantah pernyataan CCM tentang sikap buruk Hwayoung
Hwayoung (c)taracastle

Merdeka.com - Kontroversi kasus Hwayoung T-ara semakin memanas. Satu orang saksi akhirnya angkat bicara, dan membantah pernyataan CEO Core Contents Media tentang sikap buruk Hwayoung di acara Music Bank.

Menurut laporan yang dirilis oleh OBS, Selasa (31/07), benar adanya bahwa Hwayoung meninggalkan kruk yang harus menyangga tubuhnya ketika tengah syuting Music Bank di stasiun KBS. Namun sebelum insiden itu, Hwayoung terlihat menangis di depan ruang ganti grup karena tidak bisa masuk.

"Situasi yang sebenarnya berbeda dari apa yang disampaikan CEO Kim Kwang Soo dalam press release. Sebelum Hwayoung membuang kruk yang ia pakai dan menolak untuk naik panggung, penyanyi itu menangis di hall. Ia tidak bisa masuk ruang ganti, dan orang lain termasuk beberapa artis serta kru melihat kejadian tersebut," ungkap perwakilan industri tersebut seperti dilansir allkpop, Rabu (01/08).

Kasus Hwayoung ini awalnya mencuat pasca tweet dari beberapa member T-ara yang seolah ditujukan untuk Hwayoung, Jumat (27/07). Hwayoung dianggap kurang bekerja keras dan tidak memiliki tekad ketika mereka tengah konser di Budokan. Permasalahan tersebut lantas semakin membesar karena munculnya isu bullying yang dilakukan member T-ara. (alk/sjw)



Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Tergiur uang berlimpah, Agus nekat jual togel di rumah
  • Sudah meninggal, pemuda Rumania bikin panik puluhan mantannya
  • Penerawangan Mbah Rekso tentang malam 1 Suro
  • Wow! Ternyata ada misteri di dalam trailer 'AGE OF ULTRON'
  • Tokyo Ska Paradise Bikin Venue SoundFair 2014 Bergoyang
  • Nikah Kedua Kalinya, Aldi Taher Tetap Deg-degan
  • Jelang nikah, Aldi Taher dilarang bertemu kekasih
  • Asyik main golf, bola Jessica Simpson 'dicuri' anaknya sendiri
  • Main gusur, wali kota Banda Aceh dituding tak paham penataan PKL
  • Kim Jong Un diduga eksekusi enam pejabat Korea Utara
  • SHOW MORE