Richard Sambera dan politisasi olahraga

Sumber : | Kamis, 21 Juni 2012 23:36

Richard Sambera dan politisasi olahraga
Richard Sambera Foto: KapanLagi.com®/Deni Mulyadi

Merdeka.com - Pekan Olahraga Nasional (PON) yang telah berlangsung puluhan kali diselenggarakan tidak melulu mengangkat prestasi para atlet. Tak hanya itu, belakangan ajang bergengsi tanah air ini sarat dengan kepentingan politik. Maka tidak heran jika prestasi atlet-atlet Indonesia masih berjalan di tingkat nasional, bahkan ada pula yang terpuruk.

Begitulah pandangan Richard Sambera usai melihat video filler Thank You Mom Indonesia di Blitzmegaplex Grand Indonesia, Selasa (19/6).

"Banyak sudah terjadi pembobolan anggaran daerah hanya untuk penyelenggaraan agar terlihat sukses. Jika begini maka rentan terhadap itu (politik)," tegas mantan perenang nasional ini.

Bahkan tak jarang campur tangan gubernur dari daerah yang menjadi lokasi PON cuma ingin memperlihatkan kesuksesan ajang itu secara semu. "Mereka ingin keliatan sukses, padahal itu bukan tujuannya," kata Richard lagi.

Selain itu, Richard pun menyoroti kian banyaknya cabang olahraga yang dipertandingkan dalam PON dan sistem itu sendiri. "Kalo bisa ada opsi pembatasan cabang," imbuhnya. (kpl/dis/gus)


Komentar Anda


Suka artikel ini ?
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


Be Smart, Read More
Back to the top
Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Demi uang, ibu tiri ini jadikan anaknya PSK dan dijual ke mucikari
  • Golkar kubu Agung rapat, pintu ruangan ditutup & diikat tambang
  • Kesal bokong diremas, pelayan restoran hajar pria hingga jatuh
  • Seorang TKI dikabarkan tewas gantung diri di Malaysia
  • Jepang dukung percepatan pembangunan infrastruktur Indonesia
  • Menag tegaskan ongkos naik haji turun, pelayanan jemaah meningkat
  • Anggota POM AD Sulsel pesta sabu bareng 3 cewek di hotel
  • Puan: Kerjasama RI-Tiongkok ingatkan hubungan erat di era Soekarno
  • Minta suami cari kerja, Maisaroh malah ditonjok pakai batu akik
  • Polisi sebut pelaku penembakan di Puncak Jaya kelompok Tenggang Mati
  • SHOW MORE