Produser Sang Kiai: Untung / rugi nomor dua
Merdeka.com - Kisah perjuangan kaum agamis dalam mempertahankan kemerdekaan dan melawan penjajah memang kurang menggali sisi perjuangannya. Sehingga, yang ada masyarakat hanya memahami sosok pengajar agama tanpa banyak tahu tentang perjuangannya untuk bangsa.
KH. Hasyim Asyari, tokoh ulama kharismatik pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur ini, merupakan salah satu tokoh kunci dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Tak ayal, ketika Rako Prijanto menawarkan untuk mengangkat kisah tentang kakek dari Gus Dur tersebut, produser Gope T. Samtani langsung mengiyakan.
"Gagasan film SANG KIAI ini sudah diungkapkan Rako sebelum film SANG PENCERAH. Namun untuk mendalami dan mencerna kisah ini dengan baik membutuhkan waktu cukup lama," kata Gope saat preskon film SANG KIAI di Epicentrum Walk, Kuningan, Jakarta Selatan (21/5).
"Untung rugi bagi kami nomer dua, yang penting kami bikin film yang bagus," lanjutnya. Selain membutuhkan waktu persiapan yang lama, dalam masa pengambilan gambar film ini melibatkan 500 kru dan 5000 pemain. Syuting film sendiri mengambil lokasi di Kediri, Gondang, Magelang, Ambarawa, dan Semarang. Syuting dilakukan selama 60 hari.
"Dana membengkak, karena ada hujan. Hari syuting jadi nambah. Namun kami puas," tandasnya.
#Baca juga
(kpl/ato/dka) (mdk/merdeka)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya