Pesantren Kediri Dipilih Gambarkan Kehidupan Hasyim Asy'ari

Sumber : | Sabtu, 10 November 2012 10:17

Pesantren Kediri Dipilih Gambarkan Kehidupan Hasyim Asy'ari
Agus Kuncoro

Merdeka.com - Sutradara dan kru film Sang Kiai memilih sebuah pondok pesantren di Dusun Kapurejo, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri untuk pengambilan gambar. Pondok itu dirasa cocok dengan situasi kehidupan masa itu.

"Kami sudah survei di sejumlah pondok pesantren termasuk di Tebuireng yang memang pondok yang beliau dirikan, namun konstruksi bangunan sudah banyak yang berubah," kata Produser Pelaksana film Sang Kiai, Taufik Kusnandar ditemui saat pengambilan film, Selasa (6/11).

Rencana pengambilan gambar film biografi kiai serta tokoh nasional KH Hasyim Asy'ari itu di banyak lokasi. Selain Kediri, sejumlah daerah lain juga akan dijadikan lokasi pengambilan gambar di antaranya Magelang dan Klaten.

Taufik mengatakan pemilihan pondok pesantren ini sudah berdasarkan survei lama yang dilakukan. Ia dengan tim kreatif lainnya menginginkan agar bangunan yang digunakan untuk pengambilan film Sang Kiai sesuai dengan peristiwa saat itu, baik suasana pondok maupun bangunannya.

KH Hasyim Asy'ari sendiri adalah pendiri Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Peristiwa sekitar tahun 1942, di mana saat itu Jepang mulai masuk ke Indonesia.

Tim kreatif diharuskan memilih lokasi pondok yang sesuai dengan masa itu. "Kami mencari lokasi pondok yang sesuai sulit, termasuk yang ada untuk 'kasepuhan', masjid, dan kami merasa cocok di pondok ini," ujarnya.

Pengambilan gambar di Kediri berlangsung dimulai sejak 1 November sampai 14 November. Sejumlah artis yang ikut berperan dalam film ini semua ikut di Kediri, seperti Christine Hakim, Agus Kuncoro, Adipati Dolken, Dimas Aditya. Secara total, terdapat sekitar 4.000 artis dan pemain figuran. Film itu rencananya ditayangkan pada 2013.

KH Hasyim Asy'ari ikut mempertahankan NKRI dari tangan penjajah. Dia menjadi panutan dalam menentukan arah dan pengerahan massa santri pejuang dalam melawan sekutu.

Fatwanya Resolusi Jihad, mengimbau dan mengajak para santri berjuang dengan jihad fi sabillilah melawan penjajah. Keputusan itu yang kemudian melahirkan peristiwa perang besar yang dikenal sebagai Hari Pahlawan. Peristiwa itu terjadi pada 10 November 1945.

Film ini diharapkan ikut memberikan edukasi dan meningkatkan rasa nasionalisme terutama generasi muda. Generasi muda harus memahami tentang sulitnya meraih kemerdekaan, sehingga mereka pun bisa menghargai jasa para pahlawan. (antara/dar)



Sumber: Kapanlagi.com
Komentar Anda


Suka artikel ini ?
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


Be Smart, Read More
Back to the top
Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Begini murka Ahok ke BPK karena proyek lahan Sumber Waras era Foke
  • 5 Pesona Honda Sonic 150R, bebek sport terbaru di Indonesia
  • 'Marzuki Alie orang kalah, wajar tak jadi pengurus Demokrat'
  • FOTO: Cedera saat konser, D.O EXO pakai kursi roda di bandara
  • Sidak WNA di Sanur, banyak bule tak lengkapi surat izin tinggal
  • Berdalih dukung Jokowi-JK, ADB siap beri utang 3 kali lipat buat RI
  • Gugatan KIDP soal kepemilikan TV dan digitalisasi ditolak PN Pusat
  • PN Jaksel gugurkan gugatan praperadilan Barnabas Suebu
  • 6 Cara alami meningkatkan gerakan usus
  • Politikus PDIP minta Jokowi ganti orang di lingkaran Istana
  • SHOW MORE