Merdeka.com tersedia di Google Play


Pak Raden minta perjanjian baru dengan PFN

Sumber : | Sabtu, 5 Mei 2012 02:36


Pak Raden minta perjanjian baru dengan PFN
Pak Raden (c)Istimewa

Merdeka.com - Usaha demi usaha terus dilakukan oleh Drs.Suyadi atau akrab dikenal dengan nama Pak Raden untuk mendapatkan hak kepemilikan boneka Si Unyil. Seperti yang dilakukan Tim Advokasi Pak Raden yang telah memberikan usulan-usulan kepada Perusahaan Film Negara (PFN), Jumat (4/5).

"Intinya memang isi suratnya menganggap ada sesuatu yang kurang pas dalam pola hubungan perjanjian antara Pak Raden dengan PFN selama ini. Gagasan yang kita lontarkan dengan PFN adalah kalau mengupayakan untuk membuat perjanjian baru," ujar salah satu kuasa hukum Pak Raden, R. Dwiyanto Prihartono, SH saat ditemui di rumah Pak Raden di kawasan Petamburan III, Jakarta Pusat, Jumat (04/05).

Selain diserahkan kepada PFN, usulan tersebut juga ditembuskan kepada Kementrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Kementrian Hukum dan HAM, serta Ketua Badan Arbitrase dan Mediasi Hak Kekayaan Intelektual.

Adapun beberapa kejanggalan dalam surat perjanjian yang dibuat antara Pak Raden dan PFN diharapkan tidak lagi memanfaatkan komersialisasi boneka Si Unyil karena perjanjian yang dibuat dalam kurun hanya berlaku lima tahun.

"Jadi sejak tanggal 23 Desember 2000, pihak PFN tidak bisa lagi melakukan hubungan dengan pihak ketiga atau meng-komersialisasikan," ujar Dwiyanto.

Selain itu, perjanjian kedua yang dibuat antara Pak Raden dengan PFN dianggap sudah merugikan Pak Raden di mana terdapat kata-kata, 'Menyerahkan pengurusan hak cipta kepada PFN' kemudian diubah menjadi, 'Menyerahkan hak cipta kepada PFN'.

Perjanjian yang dianggap merugikan Pak Raden tak berhenti sampai di situ. Dalam pasal 2 perjanjiannya, Pak Raden dipaksa menandatangani kerja sama yang berakhir dengan kata-kata tanpa imbalan. "Kalau perjanjian kerja sama tidak begitu. Harus ada dimensi keseimbangan juga kan, karena konsep perjanjian di atas tidak saling menguntungkan," ujar Dwi.

Adapun usulan yang diharapkan oleh Tim Advokasi Pak Raden antara lain:

1. Klien Kami akan memberikan lisensi kepada PFN untuk dapat melakukan pengumuman dan perbanyakan sebagaimana dimaksud Pasal 1 butir 5 dan 6 UU No. 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta dengan jangka waktu tertentu dan bersifat non-eksklusif.

2. Dicantumkan ketentuan yang saling menguntungkan kedua belah pihak terkait dengan komersialisasi Boneka Unyil dan dengan pola pembagian yang memenuhi kewajaran hubungan komersial selama Perjanjian berlangsung nantinya.

3. Dicantumkan ketentuan yang bersifat memberikan penghargaan atau kompensasi mengingat selama ini telah diperoleh keuntungan hanya sepihak oleh PFN pada saat dilakukan komersialisasi Boneka Unyil.

4. Mencantumkan ketentuan yang menegaskan bahwa segala Perjanjian yang pernah ada tidak berlaku.


Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
LATEST UPDATE
  • Penghargaan Hollywood pada nama Muhammad
  • Sengketa Hak Cipta Si Unyil Temukan Titik Terang
  • Polisi perketat pengamanan pencoblosan ulang di Desa Abiasemal
  • Usai Tur, Beyonce Knowles rencanakan kehamilan lagi
  • 5 Fakta pembunuhan mertua oleh cewek ABG
  • Kisah istri Wiji Tukul,tak pernah berhenti cari keberadaan suami
  • Pemancingan jadi tujuan liburan baru warga Jakarta
  • Intip trailer film terbaru Clint Eastwood 'Jersey Boys'
  • Empat orang ini nilai Suryadharma Ali otoriter
  • Ambisi besar Prabowo setelah berhasil gandeng partai kabah
  • SHOW MORE