Menjanjikan tampil berbeda dalam gelaran Java Jazz Festival, band pop d Masiv pun harus 'mengulik' lagunya sedemikian rupa menjadi aransemen yang bernuansa jazz. Hal ini menjadikan mereka seolah kembali pada masa sebelum rekaman.
"Kami ngerasa balik lagi seperti sebelum rekaman, kayak baru mulai lagi," ucap Ryan saat konferensi pers Java Jazz Festival 2013 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat (27/2).

Menurut pelantun tembang Jangan Menyerah ini, musik jazz adalah sebuah kebebasan. Mereka pun belajar lagi untuk membuat komposisi musik di luar zona nyaman d Masiv.
"Belajar untuk bikin komposisi yang tak biasa. Gak standar chordnya. Biasanya rata-rata 4 chord. Karena ngambil suatu yang beda dari biasanya d Masiv," lanjut Ryan.
Ryan dan kawan-kawan pun mengaku mempunyai idola dari musisi dan grup beraliran jazz. (kpl/ato/sjw)
Java Jazz sudah jadi event dunia
Manfaatkan Java Jazz, Kemendag jualan alat musik
Java Jazz 2013, Ade and Brothers bawakan lagu-lagu Bubi Chen
Java Jazz buatkan DVD live konser untuk d Masiv
Terlibat Java Jazz 2013, d Masiv butuh banyak perjuangan
Foto bersama Ariel beredar, Devi Liu ditinggal gebetan
Ayah Fatin tak masalah anaknya dikabarkan dekat dengan Mikha
Duma Riris pernah ditinggal tidur di bioskop oleh Judika
Ibunda hanya tertawa Dhea Annisa diberitakan melahirkan
Devi Liu: Ariel, Biasa Aja
Ayah Ani: Si Subur akan aaya penggal
Reinkarnasi, Devi Liu ingin jadi anak orang kaya
Sikap Brad Pitt pada Angelina Jolie bikin anak geram
Tak ikuti fatwa MUI, Eyang Subur dilaporkan orang tua Ani
Star Trek Into Darkness dikritik karena adegan pakaian dalam