Jogja Asian Film Festival siapkan 'hadiah istimewa'

Sumber : | Minggu, 2 Desember 2012 19:18

Jogja Asian Film Festival siapkan 'hadiah istimewa'
MATA TERTUTUP, salah satu film yang menjadi kado istimewa dalam JAFF

Merdeka.com - Ada 6 film yang menjadi hadiah istimewa' JAFF tahun ini. Keenam film itu diproduksi oleh mereka yang pernah menjadi komite JAFF dan yang masih aktif hingga saat ini.

Film tersebut antara lain: MATA TERTUTUP (Garin Nugroho), RUMAH DAN MUSIM HUJAN (Ifa Isfansyah), VAKANSI YANG JANGGAL DAN PENYAKIT LAINNYA (Yosep Anggi), REPUBLIK TWITTER (diproduseri oleh Ajish Dibyo), WHO THE FUCK IS ISMAIL BASBETH dan LOVE PAPER (disutradari Bambang Ipoenk' K.M). Empat film pertama merupakan film panjang, sedangkan dua yang terakhir adalah film pendek.

Sementara itu, ada pemutaran khusus (Special Screening) yang memfokuskan pada 3 karya sutradara muda berbakat Filipina, Gutierrez (Teng) Mangansakan II, yang menandai kebangkitan sinema regional Filipina. Ketiga film Teng menuturkan ketakberumahan (homelessness) yang dialami oleh masyarakat Filipina saat ini. Pemutaran khusus lainnya bertajuk "Alternative Fantasy" akan membuka wawasan penonton terhadap persoalan kontemporer masyarakat Korea yang luput ditampilkan dalam budaya pop Korea yang kini tengah wewabah di Asia Timur dan AsiaTenggara.

Selain pemutaran film, JAFF juga menjadi ruang perjumpaan komunitas film independen yang tersebar di tanah air lewat Forum Komunitas. Ini merupakan bukti dari konsistensi dan komitmen JAFF dalam memberikan ruang apresiasi pada sineas muda di tanah air. Karena itu, pada 4 Desember 2012 bakal digelar seminar di Ruang Perpustakaan TBY yang mengambil tajuk "Menatap Indonesia dari Tepi" yang hendak memperbincangkan kemampuan sinema mengangkat wilayah-wilayah pinggiran (di luar Jakarta) sekaligus memberdayakan potensi di daerah.

Di samping itu, untuk mengungkai lebih jauh tema JAFF akan digelar seminar dengan tema "Re-dreaming Asia" pada 3 Desember 2012 di Gedung Societet, TBY. Seminar yang menghadirkan pembicara dari berbagai negara di Asia ini akan mengupas respon sinema Asia terhadap menguatnya gejala regonialisme dan tekanan kekuatan sinema global.

(prl/dka)



Sumber: Kapanlagi.com
Komentar Anda


Suka artikel ini ?
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

KUMPULAN BERITA
# Film Festival

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya





Be Smart, Read More
Back to the top
Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Takut jadi korban salah tangkap lagi, Dedi jera ngojek
  • Jokowi: PM Inggris tertarik pelajari NU dan Muhammadiyah
  • Makin ganteng, permainan drum Daesung bikin hati fans meleleh
  • Hadiri Muktamar NU, Jokowi beri Kiai Wahab gelar Pahlawan Nasional
  • Buka Muktamar NU, Jokowi bagi-bagi hadiah kepada warga Jombang
  • Din minta istilah 'Gerakan Transnasional' tak dipersepsikan negatif
  • Mensos Khofifah berharap fatwa haram BPJS dibahas di Muktamar NU
  • Dihambat makan siang, karyawan Blok Cepu emosi bakar mobil
  • Sapa fans, Daesung Big Bang: Aku benar-benar merindukanmu
  • BEGIN AGAIN Keira Knightley jadi inspirasi SURAT DARI PRAHA
  • SHOW MORE