Film 5 CM Dianggap merusak alam Gunung Semeru?

Sumber : | Minggu, 23 Desember 2012 10:07

Film 5 CM Dianggap merusak alam Gunung Semeru?
5 CM Foto: KapanLagi.com/Puput Uji Lestari

Merdeka.com - Tidak hanya kesuksesan yang diraih film 5 CM. Kritikan pedas mengenai film yang diadaptasi dari novel ini juga datang. Syuting film tersebut dianggap beberapa pihak merusak ekosistem di Gunung Semeru.

Kritikan mengalir deras dari jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter mengenai proses syuting 5 CM. Salah satu pemain, Raline Shah, justru tidak mengetahui tentang komentar masyarakat itu.

"Jujur saja, aku ga tau mengenai kritikan tersebut, yang dibilang syuting 5 CM merusak ekosistem," ujar Raline saat ditemui KapanLagi.com® di Studio 4 RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jum'at (21/12).

Meskipun tidak tahu soal kritikan tersebut, Raline menampik kalau syuting 5 CM merusak ekosistem. Menurutnya, proses syuting berjalan dengan baik. Para pemain dan kru juga mendaki seperti pendaki lain dan selalu menjaga kebersihan.

"Aku pikir ga ada lah cara kami untuk merusak ekosistem di Semeru. Kami seperti pendaki lain. Kami kumpulin sampah dan sebagainya. Kami ga melakukan perusakan seperti menebang pohon atau corat-coret," pungkas Raline. (kpl/pur/rea/rzm)



Sumber: Kapanlagi.com
Komentar Anda


Suka artikel ini ?
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

KUMPULAN BERITA
# 5 Cm# Film Indonesia

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya





BE SMART, READ MORE
Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Gendam hingga Jaelangkung, ini cara Mbah Mijan ungkap kasus Mirna
  • Polisi pantau pesantren-pesantren yang ajarkan paham radikal
  • Tak terima diusir, Batara kejar-kejar pemilik rumah pakai badik
  • Pelajar sering keluyuran, pemkot Samarinda terapkan jam malam
  • Gara-gara uang 15 juta dan 4 HP raib, pria ini nekat gantung diri
  • Jalankan tugas mulia, ayah Vidi Aldiano dapat penghargaan
  • 4 Pelajar kepergok Satpol PP sedang main game judi online
  • KPK didesak ambil alih dugaan alih fungsi lahan oleh Sentul City
  • 6 Tempat bercuaca paling ekstrim, rumah ribuan kilat dan hujan asam
  • Pulang berkebun, petani Banyumas hilang terseret arus Sungai Tanjum
  • SHOW MORE