Christine Hakim: Kartini bukan momentum kemajuan wanita

Sumber : | Jumat, 20 April 2012 10:26

Christine Hakim: Kartini bukan momentum kemajuan wanita
Christine Hakim (a)Foto: KapanLagi.com(dan)reg;

Merdeka.com - Menjelang hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April, banyak persiapan yang dilakukan untuk merayakannya. Terutama bagi ibu-ibu yang mempunyai anak kecil yang masih sekolah. Perayaan hari Kartini kerap ditandai dengan pawai busana daerah.

Bagi Christine Hakim, boleh saja merayakan hari kartini, asal jangan terjebak. "Saya, kita, boleh-boleh saja peringati hari Kartini. Tapi jangan terjebak, seolah-olah itu menjadi momentum kemajuan wanita Indonesia," ujarnya saat dijumpai di Graha Bakti Budaya TIM, Jakarta, pada hari Rabu (18/4).

Dari tahun ke tahun perayaan hari Kartini selalu menonjolkan tentang emansipasi. "Kok gak maju-maju sih? Buat saya, hari Ibu memberikan inspirasi. Perempuan menjalankan multi peran sebagai ibu, pendidik, pendamping, partner, sebagai individu," paparnya.

Menurut Christine, di negara kita sudah tak perlu membahas soal emansipasi. "Di negara yang punya presiden perempuan seperti di Indonesia, gak perlu lagi membicarakan emansipasi, kesetaraan gender. Tapi gimana supaya mengoptimalkan peran perempuan tapi tidak melupakan jati dirinya sebagai perempuan," ungkapnya.

Christine sendiri tidak ingin menjadi saingan kaum pria. "Saya ingin menjaga kewanitaan saya yang tidak bisa dilakukan pria. Perempuan bisa lebih menunjukkan prestasinya, bukan hanya berkarya di luar rumah. Tapi juga di dalam rumah, itu lebih penting," pungkas bintang film papan atas ini. (kpl/dis/dew)


Komentar Anda


Suka artikel ini ?
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


Be Smart, Read More
Back to the top
Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Pemerintah sebut Indonesia kaya energi, padahal kenyataannya miskin
  • Pemukul Pemotret foto syur Abraham Samad diciduk di Bandung
  • Sering keliling dunia, Elvira Devinamira favoritkan Banyuwangi
  • Menteri Jonan belum bisa pastikan penyebab kecelakaan KA Bangunkarta
  • Cerita pengungsi tampan Rohingya dapat HP dari seorang dokter
  • Pengungsi Rohingya ogah pulang, pilih ingin jadi warga Indonesia
  • Menkeu sebut Jokowi-JK jadi satu-satunya pemberi dana bangun desa
  • Cerita Habibie pertama kali bertemu Soeharto di Jerman tahun 1974
  • Kecelakaan kereta di India, ratusan penumpang selamat
  • Kontak senjata dengan polisi, seorang anggota Din Minimi tewas
  • SHOW MORE